Kenalkan Geologi Lingkungan Sejak Dini, KKN-R UNDIP Ajak Siswa MI NU 57 Peduli Tanah dan Air
Kangkung, 2026 — Perubahan dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sejak dini. Hal ini menjadi perhatian mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melalui kegiatan edukasi geologi lingkungan dan pemilahan sampah di MI NU 57 Kangkung pada 3 Agustus 2026 sebagai Program Monodisiplin yang dibawakan oleh Ratu Raira Zahra, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro, sebagai pemateri yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kualitas tanah dan air melalui pengelolaan sampah yang tepat.
Kegiatan diawali dengan pengenalan fungsi tanah dan air dalam kehidupan. Siswa diajak memahami bahwa tanah dan air memiliki peran penting bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Setelah itu, siswa dikenalkan pada proses sampah hingga dapat mencemari tanah dan air. Melalui materi dan video edukasi, siswa diperlihatkan bagaimana sampah yang dibuang sembarangan dapat masuk ke tanah, terbawa aliran air, serta memberikan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan makhluk hidup.
Siswa kemudian dikenalkan pada upaya pencegahan pencemaran serta pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan permainan pemilahan sampah. Siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan antusias mengikuti permainan sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan.
Sebagai bentuk keberlanjutan edukasi, mahasiswa KKN menyerahkan poster pemilahan sampah kepada pihak MI NU 57 Kangkung sebagai media informasi dan pengingat bagi siswa. Penerapan materi juga mulai terlihat saat jam istirahat, ketika siswa mulai menunjukkan inisiatif untuk memilah sampah secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sampah, tetapi juga mulai memahami hubungan antara pengelolaan sampah dengan kualitas tanah dan air. Kebiasaan sederhana yang mulai diterapkan di lingkungan sekolah diharapkan dapat tumbuh menjadi kepedulian yang lebih luas terhadap lingkungan.
- Ratu Raira Zahra
- Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Universitas Diponegoro
- Setuju







