Mahasiswa KKN Revitalisasi Taman TOGA Desa Juwiring melalui Hidroponik dan Penataan Area Tanam

Penanaman kembali tanaman yang telah mati.

KENDAL, 17 Agustus 2026 – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 1 melalui revitalisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Mengusung tema “Revitalisasi Taman TOGA Berbasis Hidroponik sebagai Sarana Edukasi, Pemberdayaan, dan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Juwiring”, kegiatan ini diwujudkan melalui pengembangan hidroponik dan semi-hidroponik serta penataan kembali area tanam dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan Desa Juwiring yang rawan terdampak banjir.

Revitalisasi Taman TOGA dilakukan sebagai respons terhadap kondisi taman yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat luapan air sungai. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penataan kembali area tanam agar taman dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus memiliki struktur yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

Dalam proses revitalisasi, salah satu kontribusi saya adalah melakukan pembuatan bedengan dan raised bed sebagai bentuk penataan serta perlindungan area tanam. Bedengan dan raised bed dibuat dengan meninggikan media tanam sekaligus memberikan batas yang lebih kuat pada area tanah. Penataan ini ditujukan untuk mengurangi risiko tanah tergerus dan longsor ketika terjadi genangan maupun luapan air sungai, sehingga media tanam dan tanaman di dalamnya dapat lebih terlindungi.

Pembuatan bedengan dan raised bed menjadi bagian penting dalam revitalisasi karena kondisi Taman TOGA berada di lingkungan yang berpotensi kembali terdampak banjir. Dengan adanya penataan tersebut, area tanam tidak hanya menjadi lebih rapi, tetapi juga memiliki struktur yang lebih kokoh dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan pada media tanam apabila terjadi genangan atau luapan air di kemudian hari.

Selain penataan area tanam, mahasiswa juga mengembangkan sistem hidroponik dan semi-hidroponik sebagai alternatif budidaya tanaman di Taman TOGA. Dalam pembuatannya, galon bekas dimanfaatkan sebagai salah satu wadah media tanam. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengolah kembali barang yang sudah tidak terpakai sekaligus mengenalkan teknik budidaya yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.

Seluruh proses revitalisasi dilakukan secara langsung di area Taman TOGA dengan melibatkan masyarakat Desa Juwiring. Bapak dan Ibu warga turut membantu dalam berbagai tahapan pengerjaan, mulai dari persiapan dan penataan area hingga proses pembangunan dan pengembangan media tanam. Kolaborasi tersebut menjadikan proses revitalisasi sebagai kegiatan bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui kombinasi penataan area tanam dan pengembangan hidroponik, Taman TOGA diharapkan tidak hanya kembali berfungsi setelah mengalami kerusakan, tetapi juga memiliki fasilitas yang dapat mendukung kegiatan edukasi dan budidaya tanaman bagi masyarakat. Bedengan dan raised bed berperan dalam memperkuat area tanam, sementara hidroponik dan semi-hidroponik menjadi alternatif dalam pengembangan teknik budidaya yang lebih beragam.

Revitalisasi ini juga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan Taman TOGA sebagai ruang edukasi, pemberdayaan, dan ketahanan pangan masyarakat Desa Juwiring. Dengan adanya penataan yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan serta keterlibatan warga dalam proses pengerjaannya, fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan setelah kegiatan KKN berakhir.

  • Faridha Hermawanputri
  • Mahasiswa Program Studi Oseanografi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!