Tak Pernah Hitung Keuntungan Usaha, Ibu Siti Didampingi Mahasiswa KKN Lewat Pembukuan Digital
Semarang – Menjalankan usaha sejak 1995 tidak selalu membuat pelaku UMKM memiliki waktu untuk mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang diperoleh. Hal tersebut dialami Ibu Siti, pemilik UMKM Keripik Q di Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membantu Ibu Siti melalui pelatihan pembukuan keuangan usaha pada Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan survei terhadap UMKM yang ada di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN terlebih dahulu menganalisis kendala yang dihadapi pemilik usaha, kemudian mendiskusikannya bersama pemilik UMKM untuk mengetahui bentuk bantuan yang benar-benar dibutuhkan.
Langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa tidak sekadar membuat program baru, tetapi dapat membantu menyelesaikan persoalan yang memang sedang dihadapi oleh pelaku usaha. Dalam kasus Ibu Siti, mahasiswa menemukan bahwa kesibukan menjalankan usaha membuatnya belum sempat melakukan pencatatan dan perhitungan laba, untung, maupun rugi secara pasti.
Mahasiswa KKN kemudian memberikan pendampingan pembukuan keuangan berbasis aplikasi. Melalui kegiatan tersebut, Ibu Siti diarahkan untuk mengetahui kondisi keuangan usaha Keripik Q sehingga dapat memperoleh gambaran mengenai laba, keuntungan, dan kerugian dari usaha yang dijalankannya.
Bagi Ibu Siti, pendampingan tersebut menjadi bantuan yang berarti. Kesibukan mengelola usaha selama ini membuat dirinya tidak memiliki cukup waktu untuk menghitung kondisi keuangan usaha secara teratur.
“Ibu terbantu sekali dengan pelatihan pembukuan ini, Nak. Kesibukan membuat Ibu nggak sempat menghitung laba, rugi, dan untung. Awalnya Ibu mikir ya sudah ngalir saja, eh ternyata ada yang bantuin kayak kalian ini,” ujar Ibu Siti, pemilik UMKM Keripik Q.
Ucapan terima kasih dan sambutan hangat dari Ibu Siti menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kedekatan mahasiswa KKN dengan pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung. Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada pembukuan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan membantu masyarakat secara langsung.
Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Arum Fadilah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kesempatan untuk membantu persoalan yang memang dihadapi oleh masyarakat.
“Kami hanya berniat membantu dan kebetulan ada Ibu Siti yang mempersilahkan kami untuk membantu. Kesempatan tidak datang dua kali, dari kesempatan baik ini kami dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” ujar Arum Fadilah, mahasiswa KKN UPGRIS.
Melalui pendampingan pembukuan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berupaya memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM Keripik Q. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dimiliki secara langsung dan membangun hubungan dengan masyarakat melalui penyelesaian persoalan yang mereka hadapi.
- Alif Hikmatul Faqi
- Mahasiswa Informatika, Universitas PGRI Semarang
- Setuju





