Mahasiswa KKN Tim II Undip Ajak Warga Kedungrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme dan Biopori
WONOGIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2026 menggelar program kerja bertajuk “Eco-Rejo: Gerakan Pemanfaatan Sampah Organik melalui Eco Enzyme dan Lubang Resapan Biopori” di Kelurahan Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Program ini digagas untuk menjawab persoalan sampah organik rumah tangga yang selama ini kerap dibuang begitu saja tanpa dikelola.
Sisa buah, sayuran, dan potongan bahan dapur lainnya biasanya langsung tercampur dengan sampah jenis lain. Jika dibiarkan, sampah organik dapat menimbulkan bau tak sedap, mengundang serangga, sekaligus menambah volume sampah rumah tangga. Padahal, menurut tim KKN, limbah tersebut sebenarnya masih bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi warga.
Pemerataan Pemanfaatan Sampah Organik
Tim KKN menilai kesadaran masyarakat Kedungrejo dalam mengelola sampah organik, khususnya dalam menerapkan eco enzyme dan lubang resapan biopori, masih belum merata sehingga potensi pemanfaatannya belum berjalan optimal. Padahal, kelurahan ini dinilai punya potensi besar untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme sekaligus memanfaatkan lubang biopori sebagai upaya pelestarian lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, program Eco-Rejo disusun dengan tujuan memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat dalam praktik pembuatan eco enzyme dan lubang resapan biopori, dengan target agar warga benar-benar dapat mempraktikkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Eco Enzyme: Cairan Serbaguna dari Sisa Dapur
Dalam sosialisasinya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti potongan sayur dan kulit buah, dicampur gula (molase atau gula merah) dan air. Proses fermentasi berlangsung sekitar tiga bulan dan hasilnya populer digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pembersih rumah tangga, pupuk tanaman, hingga pengusir hama.
Biopori, Solusi Serapan Air Sekaligus Komposter
Selain eco enzyme, tim KKN juga memperkenalkan teknologi lubang resapan biopori kepada warga. Biopori adalah lubang-lubang kecil di dalam tanah yang berfungsi sebagai media resapan air sekaligus komposter alami untuk menghasilkan kompos. Teknologi sederhana ini dinilai membantu mengurangi limbah organik sekaligus mendukung konservasi air dan perbaikan kualitas tanah.
Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan KKN-R Tim II Kel. Kedungrejo berharap, melalui pendampingan ini, pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari lingkup rumah tangga dengan langkah-langkah sederhana. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, program Eco-Rejo juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat serta mendorong terciptanya kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan. Melalui partisipasi aktif setiap keluarga, pengelolaan sampah organik di Kedungrejo diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN Tim II Undip 2026 di Kelurahan Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
- KKN-R Tim II Kel. Kedungrejo
- Universitas Diponegoro
- Setuju







