Mahasiswa KKN Undip Edukasi Bahaya Listrik dengan Modul Uji Bahan Konduktor-Isolator di SDN 2 Kapungan

Muhammad Hamam Nasirrudin memandu siswa SD Negeri 2 Kapungan mencoba langsung modul uji bahan konduktor dan isolator

KLATEN, 29 Juli 2026 – Muhammad Hamam Nasirrudin, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 dari Program Studi Teknik Listrik Industri, Sekolah Vokasi, menggelar sosialisasi kelistrikan bagi siswa SD Negeri 2 Kapungan, Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kegiatan yang digagas untuk mengenalkan konsep dasar konduktor, isolator, dan potensi bahaya listrik sejak usia dini ini berlangsung melalui modul praktik “Uji Konduktor & Isolator” serta presentasi interaktif bertajuk “Mengenal Listrik: Teman Ajaib yang Wajib Kita Waspadai”.

Program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk “Mengenal Bahan-Bahan yang Dapat Menghantarkan Listrik (Konduktor) dan Tidak Menghantarkan Listrik (Isolator) dengan Media Modul Edukasi Uji Konduktor & Isolator” ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman anak-anak usia sekolah dasar mengenai konsep dasar kelistrikan, termasuk perbedaan bahan konduktor dan isolator, serta potensi bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, pemahaman dasar semacam ini penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak lebih waspada terhadap risiko kesetrum, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

Sebagai media edukasi utama, Hamam merancang sebuah modul praktik yang memungkinkan siswa menguji langsung berbagai benda di sekitar mereka. Modul ini terdiri dari rangkaian sederhana berupa baterai 9 volt, saklar, LED indikator, dan buzzer yang akan menyala dan berbunyi apabila bahan yang dijepitkan pada dua ujung kabel capit buaya bersifat konduktor. Berbagai bahan uji turut disediakan, mulai dari paku, kawat tembaga, dan peniti sebagai contoh konduktor, hingga karet, kayu, dan plastik sebagai contoh isolator, sehingga siswa dapat langsung membuktikan sendiri bahan mana yang dapat menghantarkan listrik.Modul edukasi Uji Konduktor & Isolator karya Hamam, dilengkapi rangkaian baterai, saklar, LED indikator, dan buzzer.Hamam menjelaskan cara kerja modul kepada sekelompok siswa yang antusias mencoba menjepitkan bahan uji.Selain praktik langsung, Hamam turut menyampaikan materi presentasi interaktif bertajuk “Mengenal Listrik: Teman Ajaib yang Wajib Kita Waspadai” di depan kelas. Materi ini membahas berbagai hal mendasar, mulai dari pengertian listrik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, proses listrik dihasilkan di pembangkit, hingga perjalanan listrik dari pembangkit sampai menyalakan lampu di rumah warga. Presentasi juga dilengkapi sesi kuis interaktif serta poin-poin aturan aman dalam menggunakan listrik, seperti larangan memasukkan benda ke dalam lubang stop kontak, hingga larangan menyentuh kabel dengan tangan basah.Hamam memaparkan materi "Yuk, Jadi Teman Listrik yang Cerdas" melalui layar interaktif.Menanggapi pelaksanaan program ini, “Program yang dibawakan oleh mahasiswa KKN ini sangat membantu, karena anak-anak jadi bisa memahami bahan-bahan yang dapat menghantarkan listrik dan yang tidak. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terutama saat mencoba langsung alat peraga yang dibawa. Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN Undip yang sudah meluangkan waktu memberikan edukasi yang bermanfaat bagi siswa kami.” ujar Danik Nurani, S.Pd.SD, Wali Kelas 6 SD Negeri 2 Kapungan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif mencoba menjepitkan berbagai bahan pada modul uji sambil mengamati sendiri apakah lampu indikator menyala atau buzzer berbunyi, sehingga pemahaman konsep konduktor dan isolator tidak hanya diperoleh secara teori, tetapi juga lewat pengalaman langsung.Hamam berfoto bersama siswa-siswi SD Negeri 2 Kapungan usai kegiatan sosialisasi.Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong akses pembelajaran sains yang aplikatif bagi anak usia sekolah dasar, sekaligus turut mendukung poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui penguatan literasi kelistrikan sejak dini.

Melalui program kerja sosial kemasyarakatan ini, Hamam berharap kegiatan sosialisasi dan modul edukasi konduktor-isolator yang telah dibuat dapat menjadi bekal awal bagi siswa SD Negeri 2 Kapungan untuk lebih memahami konsep dasar kelistrikan, sekaligus tumbuh lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Desa Kapungan.

 

Penulis/Reporter: Muhammad Hamam Nasirrudin

Dosen Pembimbing Lapangan: Sri Risdhiyanti Nuswanti, S.Tr.T., M.T.

Fotografer: Fatkhan Iqbalul Khaq

Kontak Media: @kknundip.desakapungan

 

  • Muhammad Hamam Nasirrudin
  • Mahasiswa Teknik Listrik Industri, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!