Mahasiswa KKN Undip Bekali Siswa SDN 2 Getas Keterampilan Mendengar Aktif dan Empati
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 136 Universitas Diponegoro (Undip) periode 2026/2027 menggelar program edukasi komunikasi bertajuk “Edukasi Berkomunikasi Efektif dan Empati dalam Komunikasi” bagi siswa kelas 3 SDN 2 Getas, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, pada 11 Agustus 2026.
Program ini dijalankan oleh Nasywa Sadida Wirawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip, sebagai penanggung jawab program. Kegiatan ini lahir dari kondisi di lapangan yang menunjukkan kemampuan komunikasi antarpribadi siswa kelas 3 SD, yang berada di usia 8–9 tahun, masih perlu diperkuat. Banyak anak ditemukan cenderung ingin didengar tanpa mau mendengarkan, belum memahami konsep mendengar aktif (attentive listening), kesulitan menyampaikan ketidaksetujuan secara santun tanpa menyakiti perasaan teman, serta kurang percaya diri saat harus berbicara di depan umum. Pelaksanaan program kerja KKN-T ini juga dibimbing oleh Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T 136 Desa Getas, yaitu Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. selaku ketua, didampingi Dr. Ir. Marry Christyanto, M.P., IPM., Edi Prayitno, S.Pt., M.Si., Annisa Firdausi, S.P., M.P., dan Dr. Dinda Ayu Permata Sari, S.Pt., M.Si.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T 136 menyusun materi edukasi komunikasi yakni
Mendengar Aktif dan Empati, yang mengajarkan attentive listening, tahapan komunikasi dua arah (berbicara – mendengarkan – memberi respons), serta etika dasar berkomunikasi seperti tidak menyela pembicaraan teman, memahami perasaan lawan bicara, dan cara menyampaikan ketidaksetujuan tanpa menyakiti hati.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai komunikasi aktif dan empati, dilanjutkan dengan penyampaian materi secara bertahap mulai dari pengertian komunikasi, cara memberi respons yang baik, hingga etika dasar berkomunikasi. Sesi ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terhadap 18 siswa, rata-rata skor pemahaman meningkat dari 3,22 menjadi 3,56. Sebanyak 9 siswa mengalami peningkatan skor, 6 siswa bertahan pada skor yang sama, dan 3 siswa mengalami penurunan skor; secara statistik, kenaikan ini belum signifikan (p ≈ 0,08). Meski begitu, program ini memberikan pemahaman awal kepada siswa kelas 3 SD mengenai pentingnya mendengarkan dengan aktif, memahami perasaan teman, serta menyampaikan pendapat secara santun sebagai bekal keterampilan sosial sejak dini.
Program ini berpotensi sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong penguatan keterampilan dasar termasuk keterampilan sosial-emosional sejak usia dini. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan materi edukasi komunikasi secara langsung kepada siswa sekolah dasar.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 136 berharap keterampilan mendengar aktif, empati, dan keberanian berbicara yang telah diperkenalkan dapat terus dilatih oleh siswa SDN 2 Getas dalam interaksi mereka sehari-hari, sehingga menjadi fondasi komunikasi yang lebih sehat sejak usia sekolah dasar.
Penulis : Nasywa Sadida Wirawan — Mahasiswa KKN-T 136 Desa Getas, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro (NIM 14040123130096) Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. (Ketua), didampingi Dr. Ir. Marry Christyanto, M.P., IPM., Edi Prayitno, S.Pt., M.Si., Annisa Firdausi, S.P., M.P., dan Dr. Dinda Ayu Permata Sari, S.Pt., M.Si.
Lokasi/Periode KKN: Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah — Periode 2026/2027
- Nasywa Sadida Wirawan
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Diponegoro
- Setuju






