Dari Sampah Jadi Rupiah, Mahasiswi KKN Undip Kenalkan Nilai Ekonomi Sampah Anorganik

Ujunggede, Pemalang – 21 Agustus 2026 – Mahasiswi Universitas Diponegoro melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengajak siswa kelas IV untuk mengenal lebih dekat sampah anorganik dan potensi nilai ekonominya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sekaligus memberikan pemahaman bahwa sampah anorganik yang dikelola dengan baik dapat memiliki nilai jual.

Sampah seperti botol plastik, kardus, dan kaleng kerap dianggap sebagai barang yang sudah tidak berguna. Padahal, apabila dipilah dan dikumpulkan dengan tepat, sampah tersebut masih dapat dimanfaatkan dan bahkan menghasilkan uang. Melalui edukasi ini, siswa diajak untuk melihat sampah anorganik dari sudut pandang yang berbeda.

Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi menggunakan media PPT, demonstrasi pemilahan sampah anorganik, serta simulasi sederhana mengenai nilai ekonomi sampah. Contoh-contoh sampah yang digunakan juga dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga materi lebih mudah dipahami.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi, dan terlibat dalam simulasi yang diberikan. Dari kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa botol plastik, kardus, maupun kaleng tidak harus langsung dibuang, tetapi dapat dipilah, dikumpulkan, dan dijual kembali.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mulai membiasakan diri memilah dan mengumpulkan sampah anorganik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Kebiasaan sederhana tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka pemahaman bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomi.

Kegiatan edukasi ini menjadi langkah sederhana mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendorong kepedulian lingkungan sejak usia sekolah. Dengan mengenalkan nilai ekonomi sampah sejak dini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu melihat peluang dari hal-hal sederhana di sekitarnya.

  • Luthfi Tri Ramadhani
  • Mahasiswi Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!