Mendukung Pengendalian Hama Tikus Berkelanjutan melalui Perawatan Perangkap di Desa Gringging
Kabupaten Sragen, Jawa Tengah — 10 Agustus 2026 — Keberadaan lahan pertanian yang luas menjadikan Desa Gringging memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan berupa serangan hama tikus yang dapat mengancam hasil produksi pertanian. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Gringging, di antaranya melalui kegiatan gropyokan dan pemanfaatan rumah burung hantu sebagai predator alami tikus.
Melihat kondisi tersebut, Cintha Shaffa Aurellia, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro dalam kegiatan KKN di Desa Gringging, menyusun panduan perawatan prototype perangkap tikus yang dibuat oleh salah satu anggota tim KKN. Program ini bertujuan memastikan prototype dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani setempat. Keberadaan alat tidak hanya membutuhkan tahap pembuatan dan penggunaan, tetapi juga pemeliharaan agar tetap berfungsi dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kegiatan diawali dengan survei pola serangan tikus dan evaluasi terhadap praktik pengendalian yang telah berjalan. Bersama petani, beberapa unit prototype dipasang untuk dilakukan uji coba lapangan. Selama proses tersebut, Cintha Shaffa Aurellia mencatat berbagai permasalahan teknis, seperti bagian yang cepat mengalami keausan dan pemasangan yang kurang stabil pada kondisi tanah tertentu.
Berdasarkan temuan lapangan dan masukan petani, disusun panduan perawatan dengan prinsip sederhana dan praktis. Panduan tersebut memuat pentingnya pemeliharaan prototype, tips perawatan agar alat dapat bertahan lebih lama, serta kertas kerja pemeliharaan yang dapat digunakan untuk membantu pemeriksaan dan pencatatan kondisi alat.
Selain penyusunan panduan, pada 10 Agustus 2026 Cintha Shaffa Aurellia juga melakukan penyampaian secara langsung kepada petani mengenai penggunaan dan perawatan prototype. Materi yang disampaikan mencakup pemeriksaan kondisi alat, menjaga kestabilan pemasangan, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan apabila ditemukan bagian yang mengalami kerusakan atau keausan. Melalui kegiatan tersebut, petani memperoleh pemahaman tidak hanya mengenai keberadaan prototype, tetapi juga cara menjaga agar alat tetap berfungsi dengan baik.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), melalui upaya mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Pemeliharaan prototype agar dapat digunakan dalam jangka panjang menjadi salah satu langkah dalam mendukung pengendalian hama tikus yang dapat mengganggu hasil produksi pertanian.
Program ini juga mendukung SDG 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong pemanfaatan alat secara optimal dan berkelanjutan. Perawatan secara berkala diharapkan dapat memperpanjang masa pemanfaatan prototype sekaligus mengurangi kebutuhan untuk membuat atau mengganti alat secara berulang.
Melalui penyusunan panduan dan penyampaian langsung kepada petani, program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam merawat prototype perangkap tikus, membantu mengurangi kehilangan hasil panen, menekan penggunaan bahan kimia berbahaya, serta mendukung pemanfaatan inovasi sederhana yang memberikan manfaat bagi petani Desa Gringging.
- Cintha Shaffa Aurellia
- Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro
- Setuju





