Ubah Botol Bekas Jadi Kebun Mini: Tim KKN-T 99 Lumintu UNDIP Ajak Siswa SDN 02 Sumurrejo Budidaya Tomat Vertikultur

Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan kegiatan budidaya tanaman kepada anak-anak. Botol plastik yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan menjadi wadah tanam melalui teknik vertikultur yang hemat tempat dan mudah diterapkan. Gagasan tersebut diperkenalkan melalui program “Edukasi Cara Pembuatan Media Sayuran Tomat dengan Media Tanam Botol Bekas bagi Siswa Sekolah Dasar” kepada siswa kelas 5 SD Negeri 02 Sumurrejo. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB dengan melibatkan 19 siswa kelas 5 SD Negeri 02 Sumurrejo. Program menjadi salah satu kegiatan individu dalam rangkaian KKN-T 99 Lumintu yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam sederhana. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali botol bekas sebagai media tanam.

Materi edukasi mencakup pengenalan tanaman tomat, konsep vertikultur menggunakan botol bekas, manfaat menanam tomat, alat dan bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan media tanam, hingga cara perawatan tanaman. Penjelasan mengenai kebutuhan sinar matahari, penyiraman, pemberian nutrisi, serta pemeliharaan tanaman turut diberikan agar siswa tidak hanya memahami cara membuat media tanam, tetapi juga mengetahui cara menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Penyampaian materi dilakukan secara langsung dan interaktif. Poster edukasi yang telah disiapkan menjadi media pendukung dalam menjelaskan materi kepada siswa. Ilustrasi tanaman tomat, contoh vertikultur, alat dan bahan, serta tahapan pembuatan media tanam ditampilkan secara visual agar informasi lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Sesi tanya jawab memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan rasa ingin tahu mengenai tanaman tomat dan penggunaan botol bekas. Pertanyaan siswa berkaitan dengan cara menanam, kebutuhan tanaman, serta pemanfaatan botol sebagai wadah tanam. Interaksi tersebut membuat proses edukasi berlangsung lebih aktif dan tidak hanya berpusat pada penyampaian materi.

Demonstrasi pembuatan media tanam menjadi bagian utama dalam kegiatan. Sembilan belas siswa dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri atas empat hingga lima siswa. Setiap kelompok mengikuti proses pembuatan media tanam dengan menggunakan botol plastik bekas secara langsung melalui pendampingan selama kegiatan berlangsung. Botol bekas disiapkan sebagai wadah tanam dengan membuat bagian tertentu untuk tempat media dan saluran air. Media tanam dimasukkan ke dalam botol sebelum bibit tomat ditanam. Siswa memperoleh kesempatan untuk mengamati sekaligus mengikuti setiap tahapan yang telah dijelaskan sebelumnya. Kegiatan praktik tidak hanya memperkenalkan teknik budidaya tanaman kepada siswa. Pemanfaatan botol bekas memberikan pemahaman mengenai penggunaan kembali barang yang sudah tidak terpakai. Teknik vertikultur memperkenalkan alternatif bercocok tanam yang dapat dilakukan pada area dengan lahan terbatas.

Antusiasme siswa terlihat selama proses demonstrasi berlangsung. Siswa aktif mengikuti tahapan pembuatan media tanam bersama kelompok masing-masing. Kegiatan berkelompok turut memberikan pengalaman mengenai kerja sama dan tanggung jawab dalam melakukan aktivitas budidaya tanaman. Program tersebut memberikan hasil berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam membuat media tanam sederhana. Siswa mampu mengikuti tahapan pembuatan media tanam tomat menggunakan botol bekas dengan baik. Pengetahuan mengenai pemanfaatan barang bekas, teknik vertikultur, serta dasar perawatan tanaman juga menjadi bagian dari pengalaman yang diperoleh selama kegiatan. Bagi pelaksana kegiatan, program ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan di bidang pertanian melalui pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Penyusunan materi, desain poster, penyampaian edukasi, pendampingan diskusi, hingga pelaksanaan demonstrasi menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan program.

Dokumentasi bersama siswa menjadi penutup kegiatan edukasi dan praktik. Program budidaya tomat menggunakan botol bekas diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap kegiatan bercocok tanam sekaligus memperkenalkan pemanfaatan barang bekas secara kreatif.

Budidaya tomat melalui teknik vertikultur menjadi contoh sederhana bahwa kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pengalaman praktik secara langsung diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang tidak hanya dipahami selama kegiatan, tetapi juga dapat diterapkan siswa di lingkungan rumah maupun sekolah.

  • HAAFIZH ALIM ABDULLAH
  • Mahasiswa Program Studi Agrisbisni, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!