SRIKANDI DESA: Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Manfaatkan Kegiatan Muslimatan Menjadi Ruang Pemberdayaan Perempuan di Desa Windurojo
PEKALONGAN — Kegiatan Muslimatan di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan perempuan melalui program SRIKANDI DESA (Seminar Inspiratif Kemandirian dan Pemberdayaan Perempuan Desa) yang digelar mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Minggu (9/8/2026).
Mengusung tema “Perempuan dan Keluarga Berdaya”, kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu jamaah Muslimat Desa Windurojo. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai peran strategisnya dalam membangun ketahanan keluarga, pengasuhan anak, serta mempersiapkan generasi yang berkualitas.
Mahasiswa KKN Undip sekaligus pemateri, Muhammad Haikal Adi Bakhtiyar, menyampaikan bahwa kegiatan Muslimatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai forum keagamaan, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi perempuan.
“Muslimatan merupakan ruang yang sangat strategis untuk memberdayakan perempuan. Di dalamnya terjadi proses saling belajar, bertukar pengalaman, dan berbagi wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga,” ujar Haikal.
Dalam pemaparannya, Haikal juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang orang tua terhadap kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan pengasuhan anak. Menurutnya, berbagai pengeluaran untuk tumbuh kembang anak seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar beban ekonomi keluarga.
“Ketika pendidikan dan tumbuh kembang anak dipandang sebagai investasi, orang tua akan lebih terdorong untuk mempersiapkan anak menjadi generasi yang berkualitas,” katanya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan diselingi humor. Salah satu momen yang menarik perhatian peserta terjadi ketika Haikal mengaitkan pembahasan mengenai pemberdayaan perempuan dengan sosok Raden Ajeng Kartini.
“Kalau Ibu Kartini masih ada sekarang, mungkin beliau juga akan ikut Muslimatan bersama ibu-ibu di sini,” ujarnya, yang disambut tawa peserta.Ia kemudian menceritakan keterkaitan Kartini dengan Kiai Sholeh Darat, ulama asal Semarang yang dikenal memiliki pengaruh dalam perjalanan intelektual Kartini. Haikal menjelaskan bahwa ketertarikan Kartini terhadap pemahaman Al-Qur’an turut mendorong lahirnya Kitab Faidhur Rahman, karya tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon.
Kisah tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik bagi peserta karena memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan juga dapat tumbuh melalui semangat belajar, memperluas wawasan, dan membangun kapasitas diri.
Melalui SRIKANDI DESA, mahasiswa KKN Undip berharap kegiatan Muslimatan dapat terus berkembang menjadi ruang pembelajaran masyarakat yang produktif. Selain memperkuat nilai keagamaan, forum tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, dan berkontribusi terhadap lahirnya generasi desa yang sehat, cerdas, serta berkarakter.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5, yaitu Kesetaraan Gender, melalui upaya peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan partisipasi perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Melalui forum Muslimatan yang dikembangkan sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan, perempuan didorong untuk semakin berdaya, memiliki akses terhadap pengetahuan, serta berperan aktif dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga desa.
- Haikal Adi Bakhtiyar
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro
- Setuju





