Mahasiswa KKN-T 93 Universitas Diponegoro Berikan Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Sirup Jahe HERBOOSTER Sebagai Minuman Imunomodulator kepada Anggota Kelompok Wanita Tani Desa Ujungnegoro
BATANG, [6 Agustus 2026} — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 93 menyelenggarakan program kerja penyuluhan dan demonstrasi pembuatan sirup jahe “HerBooster” yang bertempat di rumah Ibu Srirobika, salah satu anggota Kelompok Wanita Tani, Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Program ini diwujudkan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health & Well Being). Kegiatan ini digagas sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pemanfaatan tanaman herbal, khususnya jahe, sebagai penunjang imunitas tubuh sekaligus melatih keterampilan warga dalam mengolahnya menjadi produk kesehatan siap konsumsi.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap tingginya risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, serta masih minimnya pemanfaatan tanaman herbal sebagai upaya preventif menjaga imunitas tubuh di kalangan warga pesisir seperti Desa Ujungnegoro. Dengan menyasar ibu-ibu PKK dan warga desa, program ini bertujuan memberikan edukasi mengenai khasiat jahe (Zingiber officinale) sebagai imunomodulator alami sekaligus membekali warga dengan keterampilan praktis mengolah jahe menjadi sirup kesehatan yang diberi nama HerBooster.
Penanggung jawab program, Rafida Aulia Widyaningrum, menjelaskan latar belakang produk HerBooster dirancang agar mudah diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari. “Saya melihat bahwa jahe adalah tanaman yang mudah ditemukan di sekitar warga, namun pemanfaatannya sebagai penambah imunitas masih belum optimal. Kandungan senyawa fenolik gingerol pada jahe berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas, sehingga cocok dijadikan alternatif menjaga sistem kekebalan tubuh. Melalui program HerBooster, kami mengajak warga untuk mengolah jahe menjadi sirup yang praktis dikonsumsi sebagai salah satu upaya preventif untuk mencegah sakit dengan meningkatkan imunitas tubuh”.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan interaktif mengenai bahaya DBD dan manfaat jahe sebagai immunomodulator, kemudian dilanjutkan dengan sesi demonstrasi langsung pembuatan sirup jahe HerBooster. Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa memperagakan tahapan pengolahan mulai dari pencucian dan penghalusan 300 gram jahe menggunakan blender, penyaringan air sari jahe, pemanasan bersama 300 gram gula dan 3 gram kayu manis dengan api kecil hingga mendapatkan kekentalan yang diinginkan, hingga proses pengemasan sirup ke dalam botol setelah didinginkan pada suhu ruang. Warga tampak antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir, bahkan turut mencicipi langsung hasil olahan sirup jahe yang diseduh hangat.
Selain praktik pembuatan, mahasiswa turut menyampaikan panduan konsumsi yang aman kepada warga, di antaranya bahwa sirup jahe HerBooster sebaiknya dikonsumsi satu kali sehari setelah makan, dengan takaran dua sendok makan sirup yang diseduh ke dalam 200 mililiter air hangat atau setara satu gelas belimbing. Warga juga diingatkan bahwa sirup ini hanya berfungsi sebagai terapi preventif untuk membantu menjaga imunitas tubuh, bukan sebagai obat atau terapi utama, sehingga ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penderita penyakit kronis dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.
Salah satu perangkat desa yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani Desa Ujungnegoro, Ibu Dona Pranata menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata para mahasiswa KKN-T. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program edukasi pembuatan sirup jahe Herbooster ini memberikan wawasan baru bagi warga kami, khususnya dalam memanfaatkan bahan herbal di sekitar untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus mencegah DBD dan menyampaikan harapan semoga ilmu yang sudah disampaikan bisa bermanfaat dan diterapkan oleh warga masyarakat yang hadir” ujarnya.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama, serta pembagian sampel sirup jahe HerBooster kepada warga yang hadir, dibawah bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Ragil Setia Daningati. Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Kelompok 93 berharap warga Desa Ujungnegoro dapat terus menerapkan pola hidup sehat yang meliputi makan bergizi, istirahat cukup, berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan potensi herbal lokal secara berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan KKN-T Kelompok 93 dapat diikuti melalui Instagram @kknt.93ujungnegoro dan TikTok @kknt93ujungnegoro.
Penulis: Rafida Aulia Widyaningrum
Fotografer: Divinisi PDD KKN-T 93 Ujungnegoro
Kontak Media/Humas Kelompok : instagram @kknt.93ujungnegoro ; Tiktok @kknt93ujungnegoro
Dosen Pembimbing Lapangan: Ragil Setia Dianingati, S.Farm., Apt., M.Sc
- Rafida Aulia Widyaningrum
- Mahasiswa Program Studi Farmasi anggota KKN-T 93 Universitas Diponegoro
- Setuju







