Dorong UMKM Desa Bandung, Mahasiswa KKN Dampingi Pelaku Usaha Perkuat Branding Produk
BOYOLALI, 1 Agustus 2026 – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan branding untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Ekonomi dan Tata Kelola UMKM Masyarakat Desa Berbasis Potensi Lokal Desa yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Program yang dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) tersebut menyasar tiga UMKM di Desa Bandung, yakni Aneka Bubur dan Snack Dapur Suyati milik Suyati, Jajanan Sempol dan Es Teh Teras milik Airin, serta Kerupuk Bawang Zahralala milik Mutida. Pendampingan dilakukan sebagai respons terhadap keterbatasan jangkauan pasar yang dihadapi sejumlah pelaku UMKM. Kondisi tersebut semakin terasa setelah aktivitas pemasaran produk sempat mengalami penurunan.
Kegiatan pendampingan dilakukan karena jangkauan pasar sejumlah produk UMKM di Desa Bandung masih terbatas. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran yang sempat meredup sehingga diperlukan penguatan pada aspek pengenalan dan tampilan produk. Pendampingan diawali dengan observasi dan wawancara kepada pelaku UMKM. Tahap tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi usaha, karakteristik produk, serta kebutuhan branding yang diperlukan oleh masing-masing pelaku usaha.Berdasarkan hasil identifikasi, pendampingan difokuskan pada tiga aspek, yaitu pembuatan logo sederhana, desain label menggunakan aplikasi Canva, dan fotografi produk dengan memanfaatkan smartphone. Pelaku UMKM mengikuti proses pelatihan sekaligus praktik secara langsung. Dalam pembuatan desain, pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai penggunaan elemen visual yang sederhana agar identitas produk dapat lebih mudah dikenali.
Mahasiswa KKN mendampingi pelaku UMKM dalam proses pengembangan identitas visual produk.
Dalam praktiknya, pelaku UMKM tidak hanya menerima hasil desain, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan logo dan label. Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai teknik sederhana mengambil foto produk menggunakan smartphone agar tampilan produk lebih menarik untuk kebutuhan promosi. Penggunaan perangkat yang mudah diperoleh menjadi salah satu pendekatan dalam kegiatan tersebut. Dengan memanfaatkan smartphone dan aplikasi Canva, pelaku UMKM diharapkan dapat melanjutkan proses branding secara mandiri tanpa membutuhkan peralatan dan biaya yang besar.
Selain desain, fotografi produk menjadi bagian dari pendampingan. Pelaku UMKM diberikan pengetahuan mengenai cara mengambil gambar produk menggunakan smartphone dengan memperhatikan pencahayaan, sudut pengambilan gambar, dan komposisi.
Produk Inovasi UMKM Desa Bandung yang menjadi sasaran pendampingan branding.
Setelah proses pelatihan dan praktik, dilakukan evaluasi terhadap hasil branding yang telah dibuat. Evaluasi tersebut mencakup kesesuaian desain dengan karakter produk serta pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan pemasaran.
Pendampingan branding diharapkan dapat membantu UMKM Desa Bandung meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas peluang pemasaran. Penguatan identitas visual juga menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi produk lokal dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pencapaian SDGs 8 di tingkat desa.
Penulis: Alda Khilmi Hanum
- Alda Khilmi Hanum
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro
- Setuju





