Dari Sampah jadi Cuan: Tim KKN-T 129 Universitas Diponegoro Dorong Circular Economy Pengembangan Produk Kreatif Bernilai Tambah di Desa Gogik

Gogik – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT)-129 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Workshop Kreasi Limbah Plastik bersama ibu-ibu PKK RW 01 Desa Gogik pada 30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola sampah plastik sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK RW 01 Desa Gogik dengan suasana yang interaktif dan antusias. Peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, tetapi juga diperkenalkan pada potensi limbah plastik sebagai bahan untuk membuat produk kreatif.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKN-T 129 UNDIP memberikan pendampingan secara langsung melalui praktik pembuatan produk dari limbah plastik. Salah satu produk yang dibuat adalah gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas.

Peserta diajak mengolah dan merangkai tutup botol menjadi bagian utama gantungan kunci, kemudian memasangkan komponen gantungan agar dapat digunakan sebagai aksesori. Mahasiswa terlebih dahulu memberikan contoh proses pembuatan sebelum peserta mencoba membuat produk secara mandiri.

Melalui praktik tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengubah limbah sederhana menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kembali limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Workshop ini mengusung semangat “Ubah Sampah Jadi Karya, Ciptakan Nilai untuk Lingkungan”. Pengelolaan sampah dalam kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah, tetapi juga mendorong kreativitas dan membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai.

Antusiasme peserta turut disampaikan oleh Ketua PKK RW 01 Desa Gogik, Ibu Nontin. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan berharap pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan.

“Kita tuh pengen lagi pelatihan seperti itu, Mbak. Berkesan sekali, karena itu sangat membuka wawasan baru dan wawasan itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi ibu-ibu yang rata-rata di sini ada yang pekerja pabrik, sementara yang kemarin yang ikut kan ibu yang di rumah,” ungkapnya.

Menurut Ibu Nontin, keterampilan yang diperoleh juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi. Ia melihat produk dari limbah plastik dapat dikembangkan menjadi suvenir yang dapat dipasarkan dengan memanfaatkan potensi wisata di Desa Gogik.

“Saya sendiri senang, teman-teman juga senang. Oh, keterampilan ini bisa ditindaklanjuti untuk ada nilai ekonominya. Jadi besok bisa mau bikin suvenir atau apa yang bisa terjualbelikan, khususnya di sini ada wisatanya,” lanjutnya.

Potensi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan hasil kreativitas dari limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai jual. Keberadaan wisata di Desa Gogik juga dapat menjadi peluang untuk mengenalkan dan memasarkan produk tersebut kepada masyarakat yang berkunjung.

Melalui Workshop Kreasi Limbah Plastik, Tim KKN-T 129 UNDIP berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memilah, menggunakan kembali, dan mengolah sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas masyarakat.

Workshop Kreasi Limbah Plastik menjadi salah satu bentuk kontribusi Tim KKN-T 129 Universitas Diponegoro dalam meningkatkan kepedulian lingkungan dan kreativitas masyarakat Desa Gogik. Melalui pemanfaatan limbah yang sederhana, mahasiswa berharap semangat “Ubah Sampah Jadi Karya” dapat terus diterapkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir.

 

  • Syarifa Ulya Fidyana
  • Mahasiswi Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!