Edukasi Pencegahan dan Penanganan Awal Kebakaran Rumah Tangga Menggunakan Sarana Sederhana
Edukasi Pencegahan dan Penanganan Awal Kebakaran Rumah Tangga Menggunakan Sarana Sederhana
Klaten, 5 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa Edukasi Pencegahan dan Penanganan Awal Kebakaran Rumah Tangga Menggunakan Sarana Sederhana di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Program ini diinisiasi oleh Muhammad Annaafi Arifihanto Wahyusena, mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran rumah tangga.
Kegiatan edukasi ditujukan kepada ibu-ibu PKK Desa Kahuman, mengingat aktivitas rumah tangga, khususnya kegiatan memasak, memiliki potensi risiko terjadinya kebakaran apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Materi diberikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi sosialisasi mencakup pengenalan segitiga api, yaitu tiga unsur yang mendukung terjadinya api berupa panas, bahan bakar, dan oksigen. Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai tanda-tanda kebocoran gas LPG, cara mencegah kebocoran gas, serta langkah penanganan awal ketika terjadi kebakaran di dapur. Edukasi juga menekankan pentingnya mengenali kondisi yang aman sebelum melakukan tindakan pemadaman.
Sebagai bagian dari kegiatan, masyarakat diperkenalkan dengan sarana sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam penanganan awal kebakaran, seperti penggunaan kain atau karung goni yang dibasahi untuk menutup sumber api pada kondisi yang sesuai. Penggunaan sarana sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengetahuan bagi masyarakat dalam menghadapi kebakaran kecil, dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan kondisi api.
Program ini tidak hanya berfokus pada cara menangani kebakaran, tetapi juga menekankan pentingnya pencegahan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemeriksaan kondisi selang dan regulator LPG, memastikan kompor dan peralatan memasak dalam kondisi baik, serta tidak meninggalkan kompor yang sedang menyala. Dengan penerapan langkah-langkah sederhana tersebut, risiko terjadinya kebakaran rumah tangga diharapkan dapat diminimalkan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman dan tangguh. Edukasi mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, program ini juga mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Peningkatan pengetahuan mengenai keselamatan kebakaran dapat membantu masyarakat mengurangi risiko cedera, luka bakar, kerugian kesehatan, hingga korban jiwa yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran rumah tangga.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar sehingga terbentuk budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana yang lebih baik di Desa Kahuman.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus mendorong terciptanya masyarakat Desa Kahuman yang lebih sadar akan risiko kebakaran, siap melakukan pencegahan, dan tanggap dalam menghadapi keadaan darurat.
Ditulis Oleh: Muhammad Annaafi Arifihanto Wahyusena
Dosen Pembimbing Lapangan: Sri Risdhiyanti Nuswantari, STr.T., M.T.
- Muhammad Annaafi Arifihanto Wahyusena
- Mahasiswa Program Studi Keselamatan & Kesehatan Kerja, Universitas DIponegoro
- Setuju






