Mahasiswa KKN Dorong Sinergi Masyarakat dalam Mendukung Keberlanjutan Budidaya Aquaponik
Pekalongan, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro, Amanda Dewi Ramadhani, melaksanakan program kerja multidisiplin berupa budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dengan sistem aquaponik di Desa Gebangkerep, Kecamatan Sragi, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan budidaya aquaponik sekaligus mendorong partisipasi dan sinergi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan KKN selesai.
Dalam kegiatan tersebut, Amanda Dewi Ramadhani memaparkan materi mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung budidaya aquaponik. Ia menjelaskan bahwa penerapan aquaponik tidak hanya berkaitan dengan proses budidaya ikan dan tanaman, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar program dapat terus berjalan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Budidaya aquaponik bukan hanya tentang bagaimana ikan dan tanaman dapat dibudidayakan dalam satu wadah. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan dan pengembangannya. Tanpa adanya keterlibatan masyarakat, program yang sudah dibuat akan sulit untuk terus berjalan setelah KKN selesai,” ujar Amanda Dewi Ramadhani dalam pemaparannya.
Amanda juga menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk keterlibatan, seperti ikut melakukan pemeliharaan, menjaga fasilitas budidaya, mengembangkan hasil budidaya, serta berbagi pengetahuan dengan masyarakat lainnya. Melalui keterlibatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari keberlanjutan budidaya aquaponik.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya melihat budidaya ini sebagai program KKN yang selesai ketika mahasiswa sudah kembali. Justru setelah KKN selesai, masyarakat yang memiliki peran penting untuk melanjutkan, merawat, dan mengembangkan budidaya ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada,” tambah Amanda.
Budikdamber dengan sistem aquaponik sendiri merupakan teknik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah. Dalam program ini, ikan lele dibudidayakan pada bagian bawah wadah, sementara tanaman kangkung memanfaatkan nutrisi yang berasal dari proses budidaya ikan. Sistem tersebut dapat diterapkan pada lahan terbatas dan sekaligus menghasilkan dua komoditas pangan berupa ikan dan sayuran.
Sebagai bagian dari bidang Ilmu Pemerintahan, Amanda menekankan bahwa keberlanjutan program juga memerlukan adanya sinergi antaranggota masyarakat. Masyarakat dapat membentuk kelompok kecil untuk bekerja sama dalam pemeliharaan, pengembangan, serta berbagi pengetahuan mengenai budidaya aquaponik. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuat tanggung jawab dalam pemeliharaan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak.
“Kalau dilakukan bersama, budidaya ini akan lebih mudah untuk dipertahankan. Masyarakat bisa saling membantu dalam pemeliharaan, berbagi pengalaman, bahkan nantinya bisa mengembangkan hasil ikan dan sayuran menjadi peluang ekonomi tambahan,” tutur Amanda.
Selain mendorong partisipasi masyarakat, Amanda juga memberikan rekomendasi agar budidaya aquaponik dapat terus dikembangkan secara mandiri setelah program KKN berakhir. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan hasil budidaya untuk kebutuhan pangan rumah tangga maupun mengembangkannya sebagai peluang ekonomi tambahan melalui penjualan ikan dan sayuran.
Rekomendasi lainnya adalah menjaga fasilitas aquaponik yang telah dibuat agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Masyarakat juga diharapkan dapat membentuk kelompok kecil sebagai wadah kerja sama dalam pemeliharaan dan pengembangan budidaya aquaponik. Dengan adanya kelompok tersebut, pengetahuan dan pengalaman mengenai budidaya dapat terus dibagikan kepada masyarakat lainnya.
“Keberlanjutan program ini sebenarnya kembali kepada masyarakat. Kami memberikan pengetahuan dan rekomendasi, tetapi bagaimana budidaya ini terus berjalan dan berkembang nantinya membutuhkan kemauan serta partisipasi masyarakat. Karena itu, sinergi masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” jelas Amanda.
Melalui program multidisiplin ini, Amanda Dewi Ramadhani berharap budidaya aquaponik dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Gebangkerep. Partisipasi masyarakat yang disertai dengan kerja sama dan pengelolaan secara mandiri diharapkan mampu menjadikan budidaya aquaponik tidak hanya sebagai kegiatan selama KKN, tetapi juga sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan dan peluang ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis/Reporter: Amanda Dewi Ramadhani
Fotografer: KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026
Kontak Media/Humas Kelompok: dewiamanda@gmail.com
- Amanda Dewi Ramadhani
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro
- Setuju







