Cegah Kanker Sejak Dini, Mahasiswa KKN TIM 112 UNDIP Ajak Warga Kaliduren Kenali Resiko dan Deteksi Dini Kanker
Dusun Kaliduren, Desa Batur, Kabupaten Semarang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 112 Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program SIAGA KANKER (Siap dan Tanggap terhadap Kanker) menggelar sosialisasi mengenai bahaya kanker dan pentingnya deteksi dini di Posyandu Dusun Kaliduren, Desa Batur, Kabupaten Semarang, pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko kanker, upaya pencegahan, serta pentingnya melakukan deteksi dini.
Kanker merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang membutuhkan perhatian tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pemahaman mengenai faktor risiko, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta pentingnya pemeriksaan menjadi langkah penting agar masyarakat dapat mengambil tindakan lebih awal.
Melalui SIAGA KANKER, mahasiswa KKN menyampaikan edukasi kesehatan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Materi yang diberikan mencakup pengenalan kanker, faktor risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dini. Pembahasan juga difokuskan pada kanker payudara dan kanker serviks, yang menjadi salah satu perhatian penting dalam kesehatan perempuan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kanker, pemeriksaan, maupun langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Sesi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan penjelasan secara lebih sederhana sekaligus meluruskan pemahaman yang kurang tepat mengenai kanker.
Selain memberikan edukasi mengenai kanker, mahasiswa KKN turut membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu yang berlangsung pada hari yang sama. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan kesehatan masyarakat sekaligus membangun interaksi secara langsung dengan warga Dusun Kaliduren.
Selain membahas kanker dari aspek kesehatan, mahasiswa KKN turut memperkenalkan peran Fisika Medis dalam penanganan kanker. Masyarakat dikenalkan pada peran Fisika Medis dalam penerapan teknologi medis, termasuk teknologi pencitraan untuk membantu proses diagnosis serta teknologi radiasi dalam radioterapi. Pengenalan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan bahwa penanganan kanker melibatkan berbagai bidang keilmuan dan tenaga profesional.
Koordinator program SIAGA KANKER, Rendi Oktafian Ali Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu kanker, tetapi juga memahami faktor risikonya, mengenali tanda yang perlu diwaspadai, dan mengetahui pentingnya deteksi dini. Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dan tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan kondisi yang mencurigakan.” ujar Rendi.
Pelaksanaan SIAGA KANKER turut mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), khususnya melalui upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya deteksi dini. Edukasi kesehatan di tingkat masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Mahasiswa KKN berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap faktor risiko kanker, mampu mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan kondisi yang mencurigakan.
Melalui SIAGA KANKER, mahasiswa KKN berupaya membawa pesan bahwa kepedulian terhadap kanker dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Mengenali risiko, memahami pentingnya deteksi dini, dan berani memeriksakan diri menjadi langkah sederhana untuk membangun masyarakat Dusun Kaliduren yang lebih sehat dan tanggap terhadap kanker.
- Rendi Oktafian Ali Saputra
- Mahasiswa Program Studi Fisika, Universitas Diponegoro
- Setuju






