Mahasiswa KKN UNDIP Berdayakan Warga Kaligawe Lewat Program Multidisiplin, Selaras dengan SDGs 1, 4, 8, 9, 11, 12, dan 13

KOTA SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 61 Kelompok 2 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan serangkaian program multidisiplin di Kelurahan Kaligawe sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas permukiman, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan, termasuk banjir rob.

Berbagai program yang dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Kaligawe. Tidak hanya berfokus pada pembangunan secara fisik, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan dan perilaku positif melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta keterlibatan langsung dari berbagai kelompok masyarakat. 

Salah satu fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kualitas permukiman melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lingkungan permukiman. Mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak.  Melalui program Cilik Cerdas Finansial, dengan kegiatan yang interaktif mahasiswa mengajak anak-anak mengenal kebiasaan hemat listrik dan menabung sejak dini dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. 

Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan edukasi karakter melalui kegiatan storytelling, permainan edukatif, diskusi interaktif, dan mewarnai dengan tema tolong-menolong serta kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi tersebut diharapkan dapat menanamkan nilai kehidupan bermasyarakat dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Upaya penguatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui edukasi pencatatan keuangan harian menggunakan aplikasi sederhana. Tak ketinggalan, sentuhan kreativitas juga hadir lewat pelatihan eco print pada totebag, mengubah tanaman di sekitar rumah menjadi produk bernilai jual dan ramah lingkungan. Lewat rangkaian program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap warga Kaligawe semakin berdaya dan tangguh menghadapi tantangan lingkungan di sekitar mereka.

Penguatan UMKM Lokal

Mahasiswa KKN UNDIP juga menyasar sektor ekonomi warga lewat program pemberdayaan UMKM. Pendampingan menyentuh enam aspek: perpajakan, keselamatan kerja, digitalisasi, branding, manajemen risiko, dan adaptasi usaha terhadap kondisi lingkungan.

Di sisi perpajakan, pelaku usaha dibekali cara memilih bentuk usaha yang tepat agar bisa memanfaatkan fasilitas pajak. Mahasiswa juga memperkenalkan material yang tahan lembab dan rob untuk area usaha, mengingat Kaligawe kerap tergenang.

Salah satu program unggulan adalah SAFE & SHINE yang menyasar bengkel bubut. Program ini menggabungkan edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pembagian alat pelindung diri (APD) dasar, dan pembuatan media promosi untuk memperkuat identitas usaha. Sebelumnya, bengkel-bengkel ini minim standar K3 dan belum punya branding yang menarik pelanggan.

Penguatan citra usaha juga digarap lewat pendampingan branding. Mahasiswa merancang desain poster, standing banner, konten media sosial, hingga foto produk yang siap dipakai UMKM sebagai materi promosi. Sentuhan visual ini bertujuan membuat produk warga tampil lebih profesional dan mudah dikenali pembeli.

Program digitalisasi dilengkapi dengan pembuatan QRIS untuk mempermudah transaksi nontunai di gerai UMKM. Di samping itu, pelaku usaha dilatih mengenali dan mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu kelangsungan usahanya.

Menata Pengelolaan Sampah secara Terpadu

Isu lingkungan menjadi salah satu sorotan lewat program peningkatan mutu permukiman melalui edukasi sekaligus penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah terpadu. Selain memberi pemahaman kepada warga tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, mahasiswa juga menyiapkan sarana pendukung agar kebiasaan tersebut bisa terus berjalan meski masa KKN telah usai.

Salah satu wujud programnya adalah pembuatan tempat sampah yang bersifat edukatif, di mana desainnya tidak hanya mengedepankan fungsi tetapi juga menyisipkan unsur edukasi visual bagi masyarakat sekitar. Harapannya, keberadaan fasilitas ini bisa mempermudah warga mempraktikkan pemilahan sampah dalam aktivitas sehari-hari.

Di samping itu, tim mahasiswa turut merancang alat press untuk botol plastik bekas. Alat ini berguna memadatkan botol-botol tersebut sehingga volumenya menyusut, ruang penyimpanan lebih hemat, proses pengangkutan lebih ringkas, dan tahap daur ulang baik di level rumah tangga maupun komunitas menjadi lebih lancar.

Potensi nilai ekonomi dari sampah juga diperkenalkan lewat program bertajuk Eco Key, yakni pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas. Program ini bukan sekadar cara memanfaatkan limbah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan gagasan ekonomi sirkular, yakni mengubah barang yang tadinya dianggap sampah menjadi produk kreatif yang punya nilai jual.

Guna menjaga keberlanjutan faulitas yang telah dibangun, mahasiswa juga menyiapkan media informasi berisi aturan pengelolaan sampah beserta mekanisme pengaduan bagi warga RW 03 dan RW 04 Kelurahan Kaligawe Selain memanfaatkan fasilitas yang ada, warga diharapkan turut memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk merawatnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari Ketua RW 04 Kelurahan Kaligawe Kami berterima kasih kepada adik-adik KKN karena telah mengadakan kegiatan di wilayah RW 04 dengan cukup baik. Kegiatan yang dibawakan bagus karena bisa mengedukasi warga, khususnya lewat program pilah sampah dan pemanfaatan sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual,” tuturnya.

Memperkuat Kesiapsiagaan terhadap Banjir Rob

Letak geografis Kaligawe yang rawan banjir rob menjadi latar belakang digagasnya program mitigasi dan adaptasi banjir rob berbasis peran serta masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya ini, mahasiswa memetakan jalur evakuasi yang sesuai dengan kondisi genangan air, sehingga warga dapat lebih mengenali rute mana yang bisa ditempuh saat keadaan darurat terjadi. Pemetaan juga mencakup fasilitas umum yang berperan mendukung mitigasi banjir rob, yang kemudian disajikan dalam bentuk visual agar mudah dipahami.

Sebagai pelengkap, informasi seputar kesiapsiagaan bencana turut dikemas dalam bentuk poster infografis dan video edukasi. Melalui media ini, warga diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai langkah-langkah yang perlu diambil, baik sebelum, ketika, maupun sesudah banjir terjadi.

Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya dan Tangguh

Rangkaian program ini memperlihatkan bahwa upaya memperbaiki kualitas permukiman tidak cukup hanya menyentuh aspek fisik lingkungan, melainkan juga perlu dibarengi dengan penguatan pengetahuan dan keterampilan warga agar mampu mengelola lingkungannya secara mandiri.

Dengan mengusung pendekatan multidisiplin, mahasiswa KKN UNDIP berupaya merangkum aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kebencanaan dalam satu kesatuan program kerja. Penyuluhan yang diberikan kepada warga dilengkapi dengan penyediaan fasilitas, pendampingan bagi pelaku UMKM, upaya pemanfaatan limbah, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi banjir rob.

Menanggapi rangkaian program tersebut, Ketua RW 03 Kelurahan Kaligawe menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dihadirkan mahasiswa KKN. “Kami mengapresiasi adik-adik KKN karena telah memberikan inisiatif program kerja bagi RW 03, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya, serta memberikan edukasi-edukasi yang bisa diterima di wilayah RW 03,” ujarnya. Mahasiswa juga berharap manfaatnya dapat terus dirasakan warga Kelurahan Kaligawe dalam jangka panjang. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, berbagai pengetahuan, fasilitas, dan inovasi yang telah diberikan selama masa KKN diharapkan tetap dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut setelah program ini berakhir.

  • KKNT IDBU 61 Kelompok 2
  • Mahasiswa KKNT IDBU 61 Kelompok 2 Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!