Dari Sampah Jadi Manfaat, Mahasiswa KKN Latih Warga Gebang Olah Sampah Jadi Kompos
Desa Gebang, 3 Agustus 2026 — Sampah organik rumah tangga yang selama ini kerap dibuang atau dibakar mulai dikenalkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Diponegoro menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos padat dan pupuk organik cair di Balai Pendopo RT 25, Desa Gebang.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 ibu-ibu dari RT 25 dan RT 26 Desa Gebang. Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik dari sumbernya, sekaligus mengurangi kebiasaan membakar atau membuang sampah tanpa pengelolaan lebih lanjut. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang mendorong pengelolaan sumber daya dan limbah secara lebih berkelanjutan.
Selama ini, sebagian sampah rumah tangga masih dipandang sebagai sesuatu yang harus segera dibuang. Padahal, sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah dapat diolah kembali melalui proses pengomposan. Melalui pelatihan ini, warga diperkenalkan pada alternatif pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan komposter sederhana. Pemanfaatan kembali sampah organik tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir tanpa pengolahan sekaligus memperpanjang manfaat dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Dalam kegiatan tersebut, Salsabilla Aulia, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro, berperan sebagai fasilitator. Salsabilla bertanggung jawab dalam merancang materi, mempersiapkan perlengkapan, menyampaikan edukasi, memandu praktik, serta mendampingi peserta selama sesi diskusi.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis sampah, prinsip dasar pengomposan, jenis bahan yang dapat digunakan, serta tahapan dan tips agar proses pengomposan berjalan dengan baik. Peserta juga diperkenalkan pada potensi hasil pengolahan sampah organik berupa kompos padat dan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung proses pengolahan sampah organik menggunakan komposter yang telah disiapkan. Selama praktik berlangsung, peserta dapat melihat secara langsung tahapan pengomposan sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala yang mungkin ditemui ketika menerapkannya di rumah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ibu-ibu peserta aktif mengikuti praktik dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara mengolah sampah organik. Metode yang diperkenalkan juga dinilai cukup sederhana untuk diterapkan secara mandiri di rumah.
Selain mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, pengurangan kebiasaan membakar sampah melalui alternatif pengomposan juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan. Hal ini turut mendukung SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan pengurangan praktik pembakaran sampah di tingkat rumah tangga.
Pengelolaan sampah organik dari sumbernya juga memiliki keterkaitan dengan SDGs 15: Ekosistem Daratan, terutama dalam upaya mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat sampah yang tidak dikelola. Dengan mengolah sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik cair, material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dikembalikan untuk dimanfaatkan, termasuk dalam mendukung kegiatan pertanian dan tanaman di lingkungan sekitar.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik. Tidak lagi sekadar dibuang atau dibakar, sampah organik rumah tangga dapat dikelola menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Desa Gebang, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs 12, SDGs 13, dan SDGs 15 melalui pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Penulis: Salsabilla Aulia Safitri (Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNDIP)
Dosen Pembimbing Lapangan: Widayanto S.Sos, M.Si,
Lokasi : Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen
- Salsabilla Aulia Safitri
- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
- Setuju








