Dari Galon Bekas ke Pekarangan Produktif, KKN UNDIP Kenalkan Budidamber Aquaponik di Gebangkerep

Pekalongan, 1 Agustus 2026 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkenalkan inovasi budidaya ikan dan tanaman melalui pembuatan instalasi Budidamber Aquaponik di Desa Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Program yang dilaksanakan oleh Ryandika Putra Sanjaya, mahasiswa Sekolah Vokasi Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, tersebut memanfaatkan galon bekas Le Minerale sebagai wadah budidaya ikan sekaligus media untuk mendukung pemanfaatan pekarangan rumah yang terbatas.

 

Program ini diinisiasi melihat adanya potensi pekarangan rumah warga yang masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Melalui konsep sederhana dan berukuran ringkas, instalasi Budidamber Aquaponik dirancang agar masyarakat dapat melakukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu tempat tanpa membutuhkan lahan yang luas.

 

Tidak hanya berfokus pada hasil instalasi, kegiatan ini juga menekankan pada keterampilan masyarakat dalam membuat dan merawatnya secara mandiri. Galon bekas yang umumnya sudah tidak digunakan dimanfaatkan kembali sebagai bagian utama instalasi. Pada bagian atas galon dibuat dudukan yang dilengkapi netpot sebagai tempat tanaman sehingga ruang dapat digunakan secara lebih efisien.

 

 

Sebelum proses pembuatan dilakukan, kegiatan diawali dengan survei untuk mengetahui kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat di Dusun Ketagihan, Desa Gebangkerep. Survei tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk instalasi yang sederhana, praktis, dan dapat diterapkan oleh masyarakat.

Setelah tahap survei, kegiatan dilanjutkan dengan proses pembuatan dan perakitan instalasi. Galon bekas digunakan sebagai wadah utama budidaya ikan, sedangkan bagian atasnya dirancang sebagai tempat tanaman menggunakan dudukan dan netpot.

Pemanfaatan bahan bekas tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam program. Selain mengurangi barang yang tidak terpakai, masyarakat juga diperkenalkan pada cara mengubah benda sederhana menjadi sarana yang memiliki nilai guna.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan pelatihan kepada masyarakat. Peserta diperkenalkan pada fungsi setiap bagian instalasi, cara penggunaannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan.

 

Ryandika Putra Sanjaya menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan satu instalasi yang dapat digunakan warga, tetapi juga memberikan pengetahuan agar masyarakat dapat mengembangkan konsep serupa secara mandiri.

 

 “Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima instalasi yang sudah jadi, tetapi juga memahami proses pembuatannya dan cara merawatnya. Dengan begitu, instalasi ini bisa dikembangkan kembali sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Ryandika.

 

Melalui praktik secara langsung, masyarakat dapat melihat proses perakitan sekaligus memahami cara memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar rumah. Pendampingan juga diberikan agar warga tidak hanya memahami konsepnya, tetapi mampu mengoperasikan dan merawat instalasi setelah kegiatan KKN selesai.

 

Konsep Budidamber Aquaponik yang diperkenalkan memadukan kegiatan budidaya ikan dan tanaman dalam satu instalasi. Ikan ditempatkan pada wadah utama, sementara tanaman diletakkan pada netpot di bagian atas

Dengan bentuk yang relatif ringkas, instalasi dapat ditempatkan pada area pekarangan yang tidak terlalu luas. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai kegiatan budidaya di lingkungan rumah tanpa harus menyediakan lahan yang besar.

Pemanfaatan galon bekas juga memberikan nilai tambah dari sisi lingkungan. Barang yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat digunakan kembali sebagai bagian dari sarana budidaya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknik budidaya, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang yang tersedia di sekitar.

 

Program Budidamber Aquaponik ini diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Melalui keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dan pendampingan, masyarakat diharapkan dapat membuat serta mengembangkan instalasi serupa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Bagi Ryandika, program tersebut juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dari bidang Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan dalam bentuk solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

 

Melalui perpaduan antara perancangan, pemanfaatan barang bekas, dan pemberdayaan masyarakat, galon bekas dapat diubah menjadi bagian dari kebun mini di pekarangan rumah. Inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat mendorong warga Desa Gebangkerep untuk melihat pekarangan bukan sekadar ruang kosong, tetapi sebagai area yang dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.

 

Penulis/Reporter: Ryandika Putra Sanjaya

Fotografer: Dokumentasi KKN Tim II UNDIP 2026

Kegiatan: KKN Tim II Universitas Diponegoro 2026

Lokasi: Dusun Ketagihan, Desa Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

  • Ryandika Putra Sanjaya
  • Sekolah Vokasi Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!