KKN Undip Edukasi PKK Karang Alat Ekstraksi Uji Pangan

Kegiatan literasi teknologi alat ekstraksi bahan uji pangan mandiri oleh mahasiswa KKN Undip bersama Tim PKK RW 05 Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Minggu (9/8). (Sumber:Dokumen Pribadi Stevani Olivia)

JATENG.NET, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar literasi teknologi sederhana mengenai alat ekstraksi bahan uji pangan mandiri untuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 05 Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Minggu (9/8). Program ini dilaksanakan oleh Stevani Olivia, mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Undip.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Multidisiplin 1 yang mengusung tema “Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat, Keamanan Pangan, dan Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal”. Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh kendala masyarakat dalam menguji kandungan makanan secara mandiri. Proses manual sering dinilai tidak efisien, memakan waktu, dan sering menghasilkan ekstrak yang keruh dan mengkotori tangan. Dengan adanya alat pengekstrak mekanik atau praktis, proses ini menjadi lebih mudah.

Stevani Olivia saat memaparkan materi kepada anggota Tim PKK mengenai cara kerja inovasi alat modern portable extractor (TurmePress - v1) untuk mengekstrak bahan uji pangan. Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Minggu (9/8). (Sumber:Dokumen Pribadi Stevani Olivia)
Stevani Olivia saat memaparkan materi kepada anggota Tim PKK mengenai cara kerja inovasi alat modern portable extractor (TurmePress – v1) untuk mengekstrak bahan uji pangan. Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Minggu (9/8). (Sumber:Dokumen Pribadi Stevani Olivia)

Menjawab permasalahan tersebut, Stevani mengenalkan desain alat pengekstrak mekanik sederhana yang aman, mudah digunakan, dan terjamin kebersihannya. Sosialisasi ini ditujukan kepada Tim PKK RW 05. Sebagai salah satu contoh inovasi, Stevani memaparkan rancangan alat modern portable extractor yang diberi nama TurmePress – v1. Alat ini memanfaatkan sistem tuas mekanis yang dirancang khusus untuk mencacah sekaligus memeras bahan, seperti kunyit segar, secara cepat dalam waktu kurang dari 30 detik tanpa mengotori tangan penggunanya. Pengenalan sarana ekstraksi yang tepat ini dapat menyiapkan sampel uji makanan harian dengan lebih mudah dan bersih. Selain inovasi tersebut, Stevani juga memberikan rekomendasi pemanfaatan perabot rumahan yang mudah didapat dengan biaya terjangkau. Alat-alat seperti blender, chopper, maupun parutan bersih dapat menjadi alternatif praktis bagi ibu-ibu rumah tangga untuk mengekstrak sampel pangan secara mandiri dan ekonomis.

Pendekatan teknologi tepat guna dalam kegiatan literasi ini sangat selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi ini secara langsung mendukung SDGs poin ke-2 tentang Tanpa Kelaparan melalui peningkatan keamanan dan nutrisi pangan, poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan memfasilitasi konsumsi makanan keluarga yang teruji, serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui perancangan alat mekanik sederhana di skala rumah tangga.

Penyerahan luaran program kerja berupa stand banner informatif dan brosur edukasi oleh mahasiswa KKN Undip kepada perwakilan Tim PKK RW 05 Desa Karang. Media visual ini diharapkan menjadi panduan berkelanjutan bagi warga dalam menguji keamanan pangan keluarga secara mandiri. (Sumber: Dokumen Pribadi Stevani Olivia)

Sebagai luaran dari program edukasi ini, tim KKN Undip menyerahkan stand banner informatif yang dapat menjadi panduan visual berkelanjutan bagi warga setempat. Program ini pun mendapat sambutan hangat dari peserta. “Kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat bagi kami. Pengetahuan tentang alat ekstraksi ini membuat kami lebih paham cara menguji kandungan bahan makanan dengan lebih higienis, praktis, dan aman demi kesehatan keluarga,” ungkap Ibu Sari, salah satu anggota aktif PKK RW 05 Desa Karang.

Penulis: Stevani Olivia, Mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi

  • Stevani Olivia
  • Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi , Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!