Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Rocket Stove sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah di Desa Karanganyar
JATENG.NET, SRAGEN, 04 Agustus 2026 – Kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih menjadi perhatian dalam pengelolaan lingkungan di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan program SIGAP ASAP (Solusi Inovatif Gerakan Antisipasi Pencemaran Asap dari Pembakaran Sampah) sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertata.
Program SIGAP ASAP memadukan edukasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi sederhana untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka. Salah satu bentuk kegiatan dalam program ini adalah pembuatan dan pengenalan Rocket Stove, alat pembakaran terkendali yang memanfaatkan limbah biomassa sebagai sumber energi panas.
Mahasiswa merancang dan membuat satu unit Rocket Stove yang kemudian digunakan dalam kegiatan uji coba dan demonstrasi kepada masyarakat. Warga diperkenalkan pada cara kerja dan penggunaan alat Rocket stove sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi panas.
Berbeda dengan pembakaran sampah secara terbuka, Rocket Stove menggunakan ruang pembakaran dan aliran udara yang lebih terarah sehingga proses pembakaran dapat berlangsung secara lebih terkendali. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu pilihan pemanfaatan biomassa sekaligus bagian dari upaya mengurangi pembakaran sampah secara sembarangan.
Kegiatan SIGAP ASAP tidak hanya berhenti pada pengenalan alat. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai kebiasaan mengelola sampah dari lingkungan rumah. Salah satunya melalui pengenalan prinsip 5S, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, yang diadaptasi menjadi prinsip 5R untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara lebih tertata. Edukasi tersebut disampaikan melalui penyuluhan dan booklet yang dibagikan kepada warga.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga diajak memahami pentingnya membangun kebiasaan yang lebih tertib dalam menangani sampah rumah tangga. Pemilahan dan penataan sampah sejak dari rumah menjadi bagian penting sebelum menentukan cara pemanfaatan atau pengolahannya.
Program ini juga dilengkapi dengan penyusunan policy brief mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan Rocket Stove. Dokumen tersebut disusun sebagai bahan rekomendasi bagi pemerintah desa dalam mendukung pengelolaan sampah dan keberlanjutan pemanfaatan teknologi tersebut di masyarakat.
Dari sisi pemanfaatan sehari-hari, Rocket Stove juga diperkenalkan sebagai alternatif sumber energi panas yang dapat digunakan masyarakat. Edukasi mengenai manfaat ekonomis dan simulasi penghematan biaya bahan bakar turut menjadi bagian dari kegiatan agar masyarakat dapat melihat pemanfaatan alat tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari kebutuhan rumah tangga.

Melalui SIGAP ASAP, mahasiswa KKN UNDIP berupaya menghadirkan pendekatan yang menggabungkan perubahan kebiasaan, edukasi, teknologi, dan dukungan kebijakan dalam pengelolaan sampah. Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Karanganyar untuk mengurangi pembakaran sampah secara terbuka serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan cara yang lebih bermanfaat.
Penulis: Shofina Dwi Yanti





