Latih Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Simulasi Leadership Tower di Desa Sambungmacan
SRAGEN — Penguatan kapasitas kepemimpinan dan karakter generasi muda menjadi salah satu fokus dalam program kerja multidisiplin Menyemai Asa yang dilaksanakan oleh KKN-R Tim II Universitas Diponegoro di Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Program ini menghadirkan pembelajaran interaktif bagi siswa melalui penyampaian materi kepemimpinan, diskusi, serta berbagai simulasi yang mendorong kemampuan komunikasi dan kerja sama.
Dalam pelaksanaannya, Dinda Nabila Tunjung Putri, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, mengambil peran dalam merancang dan memfasilitasi simulasi kepemimpinan melalui permainan Leadership Tower.
Permainan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai proses memimpin dan bekerja dalam kelompok. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan seorang ketua. Setiap kelompok kemudian diberikan tantangan untuk membangun sebuah menara menggunakan bahan yang telah disediakan. Untuk menyelesaikan tantangan, peserta harus berkomunikasi, membagi peran, menyampaikan ide, serta menentukan keputusan secara bersama-sama.
Bagi Dinda sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, simulasi tersebut tidak hanya menjadi permainan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kepemimpinan, komunikasi, partisipasi, serta kemampuan mengambil keputusan bersama merupakan kemampuan yang dibutuhkan ketika seseorang terlibat dalam kehidupan publik.
“Leadership tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang memimpin sebuah kelompok, tetapi juga bagaimana ia mampu mendengarkan, mengakomodasi pendapat, mengambil keputusan, dan mengajak orang lain untuk bergerak bersama. Hal-hal sederhana seperti ini menurut saya penting untuk mulai dikenalkan sejak usia sekolah,” ujar Dinda.
Melalui Leadership Tower, peserta diberikan ruang untuk mengalami secara langsung dinamika dalam sebuah kelompok. Ketua kelompok belajar mengarahkan anggotanya, sementara anggota kelompok diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Perbedaan pendapat yang muncul selama permainan juga menjadi bagian dari proses belajar untuk menemukan solusi bersama.
Pendekatan tersebut selaras dengan perspektif Ilmu Pemerintahan yang tidak hanya mempelajari bagaimana pemerintahan dijalankan, tetapi juga bagaimana hubungan antara pemerintah dan masyarakat dibangun melalui komunikasi, partisipasi, serta proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, pengenalan kepemimpinan sejak dini dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun generasi yang mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan masyarakat.
Program Menyemai Asa sendiri dirancang sebagai ruang pembelajaran interaktif yang mendorong peserta untuk berani mengambil peran dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep kepemimpinan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya melalui pengalaman langsung.
Bagi Dinda, keterlibatan dalam simulasi Leadership Tower menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama menempuh studi Ilmu Pemerintahan. Nilai-nilai seperti kepemimpinan, komunikasi, musyawarah, partisipasi, dan pengambilan keputusan yang dipraktikkan dalam kelompok menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk nantinya mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Dari sebuah menara sederhana, peserta belajar bahwa membangun sesuatu tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan komunikasi, kepercayaan, pembagian peran, dan keputusan yang disepakati bersama. Begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, tetapi tentang bagaimana setiap orang dapat mengambil peran dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan.
- Dinda Nabila Tunjung Putri
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
- Setuju





