Mahasiswa KKN Reguler TIM II UNDIP Tahun Akademik 2025 / 2026 Dorong BUMDes Makmur Jaya di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten Untuk Memperluas Branding Produk Beras dan Telur Melalui Strategi Collaborative Governance
Klaten, 27 Juli 2026 – Mahasiswa KKN Reguler TIM II Kuliah Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 yang ditempatkan di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, merancang program penguatan kemitraan pemasaran bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Jaya. Program bertajuk “Penyusunan Strategi Collaborative Governance melalui Penguatan Kemitraan Pemasaran Beras BUMDes Makmur Jaya dengan Berbagai Lembaga” ini digagas oleh Sarita Noor Salsabila, merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Administrasi Publik Kampus Rembang.
BUMDes Makmur Jaya selama ini dikenal sebagai pengelola beras varietas Rojolele, komoditas unggulan Desa Sribit yang memiliki kualitas baik dan kapasitas produksi yang mumpuni. Namun, pemasarannya masih berkutat di sekitar wilayah desa. Padahal, peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas terbuka lebar melalui kemitraan dengan berbagai lembaga, mulai dari sekolah, pondok pesantren, rumah makan, koperasi, hingga instansi pemerintah maupun swasta.
Persoalannya, BUMDes Makmur Jaya belum memiliki pola kerja sama yang terstruktur, dokumen penawaran kemitraan, maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman menjalin kolaborasi secara berkelanjutan. Kondisi ini membuat potensi perluasan pasar belum tergarap optimal.
Menjawab persoalan tersebut, program yang dirancang menggunakan metode observasi, wawancara, pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping), Focus Group Discussion (FGD), penyusunan proposal kerja sama, hingga penyusunan SOP kemitraan pemasaran. Sasaran program ini meliputi pengelola BUMDes Makmur Jaya, Pemerintah Desa Sribit, serta calon mitra potensial seperti pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekolah, pondok pesantren, koperasi, rumah makan, dan instansi pemerintah.
Program ini nantinya menghasilkan dua luaran utama, yaitu proposal kerja sama kemitraan pemasaran beras yang bisa dijadikan referensi BUMDes untuk berkolaborasi dengan mitra baru, serta SOP Kemitraan Pemasaran Beras yang memuat langkah-langkah menjalin kerja sama antar lembaga secara sistematis dan berkelanjutan.
Peluang Kemitraan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu peluang kemitraan yang dibidik program ini adalah rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi program prioritas nasional. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, hingga akhir Juli 2025 program MBG telah menjangkau lebih dari 7,3 juta penerima manfaat melalui ribuan dapur SPPG aktif, dan pemerintah menargetkan cakupan hingga puluhan juta penerima manfaat pada tahun berikutnya.
Secara nasional, operasional SPPG diproyeksikan menyerap puluhan ribu pelaku UMKM, BUMDes, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan program, dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengarahkan SPPG untuk menjalin kemitraan erat dengan unit ekonomi lokal yang telah divalidasi, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), agar seluruh rantai pasok bahan pangan mulai dari beras hingga sumber protein bersumber dari potensi lokal. Salah satu daerah yang telah menjajaki pola ini bahkan mencatat potensi nilai kontrak pengadaan pangan lokal untuk MBG yang mencapai lebih dari satu triliun rupiah per tahun di tingkat kabupaten.
Peluang inilah yang coba dipetakan oleh mahasiswa KKN Undip sebagai salah satu jalur kemitraan potensial bagi BUMDes Makmur Jaya, di samping penguatan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan usaha kuliner lokal.
Dengan adanya dokumen proposal kerja sama dan SOP kemitraan yang disusun bersama pengurus BUMDes, program ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi Desa Sribit untuk memperluas jangkauan pasar beras Rojolele secara lebih terstruktur, akuntabel, dan berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
Sumber pendukung:
● Menko Polkam, “Program Makan Bergizi Gratis Terus Diperluas, Ketahanan Gizi Fondasi Ketahanan Nasional”, polkam.go.id
● Kalianda News, “Pemkab Lampung Selatan Hubungkan Petani Lokal dengan Program Makan Bergizi Gratis”, kaliandanews.com, Mei 2026
● Laporan Rencana Kegiatan (LRK) KKN Tim II Undip TA 2025/2026
- Sarita Noor Salsabila
- Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Diponegoro
- Setuju







