Inovasi Mahasiswa KKN Peternakan Undip: Edukasi dan Pembuatan Silase Pakan Awetan Bersama Peternak Desa Banaran

Sragen, Jawa Tengah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) berupa pelatihan dan praktik langsung pembuatan silase sebagai pakan ternak awetan di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dalam mendampingi peternak lokal yang masih awam terhadap teknologi pengolahan dan pengawetan pakan ternak.

Pelaksanaan program diawali dari hasil pengamatan di lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar peternak di Desa Banaran masih mengandalkan sistem pakan segar harian (chop and feed). Metode tradisional ini sering kali menyulitkan peternak, terutama saat memasuki musim kemarau di mana ketersediaan rumput hijau menurun drastis, atau ketika terjadi penumpukan hijauan di musim hujan yang berakhir terbuang sia-sia karena tidak diawetkan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Peternakan Undip memprakarsai kegiatan pendampingan dan praktik langsung pembuatan silase berbahan dasar rumput lokal, molase (tetes tebu), dan larutan stater pengurai (EM4). Kegiatan dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami oleh peternak awam. Peternak diajarkan mengenai prinsip dasar fermentasi anaerob, yaitu proses penyimpanan pakan hijauan dalam kondisi kedap udara guna menjaga kualitas nutrisi rumput agar tahan disimpan hingga berbulan-bulan tanpa merusak kandungannya.

Program pendampingan dan edukasi pakan awetan ini juga sejalan dengan pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dari segi ketahanan pangan, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), khususnya dalam menjaga produktivitas ternak dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan melalui jaminan ketersediaan pakan sepanjang tahun. Selain itu, pemanfaatan hijauan secara efisien tanpa ada yang terbuang mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan manajemen pakan yang adaptif terhadap perubahan musim.

Selama kegiatan berlangsung, peternak diajak langsung mempraktikkan tahapan pembuatan silase, mulai dari pencacahan rumput, pencampuran bahan pemikat fermentasi secara merata, hingga proses pemadatan di dalam wadah silase (silo) agar tidak ada udara yang tersisa. Edukasi juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai ciri-ciri silase yang berhasil dimasak dengan baik, seperti beraroma wangi asam khas fermentasi dan tidak berjamur.

Melalui program Sosmas ini, mahasiswa KKN Undip berharap pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi silase dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Banaran. Inovasi sederhana ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas kelangkaan pakan saat musim kemarau, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi waktu tenaga kerja peternak serta menjaga produktivitas ternak warga secara berkelanjutan.

  • Famelia Ismah Saputri
  • Mahasiswa Program Studi Peternakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!