Kenalkan Makanan Sehat Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa SDN Plumbon Bijak Mengelola Uang Saku

KABUPATEN SRAGEN, 27 Juli 2026 — Uang jajan bagi anak sekolah bukan hanya sekadar bekal untuk membeli makanan atau minuman di lingkungan sekolah. Dari uang yang mereka pegang setiap hari, anak juga dapat belajar menentukan pilihan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mulai memahami pentingnya menggunakan uang untuk sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. Hal inilah yang turut dikenalkan dalam program “Cuan Cilik” yang dilaksanakan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di SDN 2 Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Senin, 27 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Meilia Wina Mashitadewi, beliau merupakan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, turut berkontribusi dengan membawa perspektif kesehatan melalui edukasi mengenai cara memanfaatkan uang jajan untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi.

 

Gambar 1: Dokumentasi kegiatan sosialisasi di SDN 2 Plumbon (27/07/2026)

Menurut Meilia, mengenalkan makanan sehat kepada anak dapat dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan mereka, salah satunya ketika menentukan jajanan yang akan dibeli. Karena itu, siswa tidak hanya diajak memahami cara menggunakan uang, tetapi juga belajar mempertimbangkan pilihan makanan yang dikonsumsi.

Materi disampaikan dengan cara sederhana dan menggunakan contoh yang mudah ditemukan dalam keseharian siswa. Anak-anak diajak membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Dalam konteks uang jajan, siswa diberikan pemahaman bahwa tidak semua makanan yang terlihat menarik harus dibeli. Mereka dapat mempertimbangkan pilihan yang lebih sehat dan bergizi dengan tetap menyesuaikan uang yang dimiliki. Pembahasan tersebut sejalan dengan materi dalam program “Cuan Cilik” yang mengajak siswa untuk memilih makanan sehat dan bergizi. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak, materi kesehatan menjadi lebih mudah dipahami karena siswa dapat langsung menghubungkannya dengan kebiasaan mereka saat membeli jajanan di sekolah.

Tidak hanya mengenai makanan, program “Cuan Cilik” juga mengenalkan dasar-dasar kewirausahaan kepada siswa. Pembelajaran kemudian dibuat lebih menarik melalui pengenalan proses jual beli dan simulasi transaksi sederhana. Cara belajar seperti ini membuat suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa dapat ikut berinteraksi, bukan hanya mendengarkan penjelasan.

Antusiasme siswa-siswi semakin terlihat ketika kegiatan memasuki sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan jawaban dari siswa membuat suasana menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada siswa sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan keaktifan mereka selama mengikuti kegiatan.

Bagi Meilia, keterlibatannya dalam “Cuan Cilik” menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu Kesehatan Masyarakat dalam situasi yang sederhana dan dekat dengan anak-anak. Edukasi kesehatan tidak selalu harus disampaikan melalui materi yang berat. Kebiasaan memilih jajanan, mempertimbangkan kandungan makanan, dan menggunakan uang jajan secara bijak dapat menjadi pintu masuk untuk menanamkan perilaku sehat sejak dini.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals yakni (SDGs) 3: (Good Health And Well-Being) Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengenalan kebiasaan memilih makanan yang sehat dan bergizi. Di saat yang sama, kegiatan tersebut juga mendukung SDGs 4: (Quality Education) Pendidikan Berkualitas, karena siswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan “Cuan Cilik”, mahasiswa KKN UNDIP upaya menunjukkan bahwa belajar tentang uang dan belajar menjaga kesehatan dapat berjalan beriringan. Dari hal sederhana seperti uang jajan, siswa diajak untuk mulai berpikir sebelum membeli, membedakan kebutuhan dan keinginan, memilih makanan yang lebih sehat, serta belajar bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya sendiri.

  • Meilia Wina Mashitadewi
  • Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!