Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 53 Universitas Mercu Buana Yogyakarta Dorong Pemasaran Hasil Pertanian Dusun Kragilan Melalui Program Digitalisasi

Foto Bersama Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 53 Dengan Karang Taruna Sebagai Penerus Admin Digital Hasil Pertanian Dusun Kragilan (Sumber: Dock Pribadi /Tim KKN-PPM Kelompok 53)

Pakis, Magelang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan program kerja “Rebranding Hasil Pertanian” di Dusun Kragilan, Kecamatan Pakis, sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi pertanian lokal melalui pemanfaatan media digital. Kegiatan ini melibatkan remaja Karang Taruna Dusun Kragilan sebagai peserta sekaligus calon pengelola media digital resmi dusun.

Program kerja tersebut dilaksanakan dengan melihat besarnya potensi pertanian yang dimiliki Dusun Kragilan. Berbagai jenis hasil pertanian menjadi salah satu potensi utama masyarakat setempat, tetapi pemasarannya masih cenderung dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut membuat hasil pertanian Dusun Kragilan belum banyak dikenal oleh masyarakat di luar wilayah dusun. Oleh karena itu, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan strategi baru dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi hasil pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, para remaja Karang Taruna mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas digital bagi sebuah wilayah maupun produk lokal. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga bagaimana membuat konten yang mampu menarik perhatian calon konsumen. Peserta diperkenalkan pada teknik dasar pembuatan konten, seperti pengambilan foto dan video, pemilihan sudut pengambilan gambar, penyusunan informasi produk, hingga pengemasan konten agar lebih menarik ketika dipublikasikan melalui media sosial.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program ini adalah keberadaan hasil pertanian yang berlebih. Ketika produksi pertanian meningkat, tidak seluruh hasil panen selalu dapat terserap oleh pasar. Melalui pemanfaatan media digital, hasil pertanian tersebut dapat dipromosikan secara lebih luas sehingga peluang untuk menemukan konsumen maupun calon pembeli baru semakin terbuka.

Konten yang dibuat dapat menampilkan berbagai aktivitas pertanian masyarakat, mulai dari proses penanaman, perawatan tanaman, pemanenan, hingga hasil pertanian yang siap dipasarkan. Dokumentasi tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai potensi pertanian Dusun Kragilan sekaligus membangun daya tarik bagi masyarakat maupun calon pembeli dari luar wilayah.

Nah, berdasarkan program kerja ini diharapkan supaya para tengkulak tertarik untuk datang ke dusun ini. Karena dengan pembuatan akun media sosial ini, jangkauan promosi menjadi semakin luas sehingga peluang penjualan hasil pertanian juga semakin besar.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu tujuan utama dari pelaksanaan program Rebranding Hasil Pertanian, yaitu membuka peluang agar hasil pertanian Dusun Kragilan dapat dikenal oleh lebih banyak pihak. Dengan adanya media sosial resmi, informasi mengenai hasil panen dapat disebarluaskan secara cepat dan dapat diakses oleh calon pembeli tanpa harus datang terlebih dahulu ke dusun.

Selain memberikan edukasi mengenai pembuatan konten, mahasiswa KKN juga membantu dalam pembuatan website resmi Dusun Kragilan. Website tersebut dirancang sebagai pusat informasi digital yang dapat digunakan untuk memperkenalkan berbagai potensi dusun sekaligus menjadi penghubung menuju media sosial resmi yang telah dibuat.

Keberadaan website diharapkan dapat memberikan identitas digital yang lebih terstruktur bagi Dusun Kragilan. Informasi mengenai potensi pertanian, kegiatan masyarakat, hingga berbagai aktivitas Karang Taruna dapat dikembangkan dan ditampilkan melalui platform tersebut. Dengan demikian, masyarakat luar dapat memperoleh informasi mengenai Dusun Kragilan melalui satu pusat informasi digital.

Selain itu, mahasiswa KKN juga menambahkan titik koordinat lokasi Dusun Kragilan pada website resmi yang telah dibuat.

Penambahan titik koordinat ini bertujuan untuk memberikan patokan lokasi yang lebih jelas dan memudahkan calon pembeli, khususnya tengkulak, apabila ingin mengetahui alamat atau lokasi dusun secara langsung. Dengan adanya titik koordinat tersebut, tengkulak yang tertarik dengan hasil pertanian yang ditawarkan melalui media digital dapat lebih mudah menemukan lokasi Dusun Kragilan dan datang secara langsung untuk melakukan komunikasi maupun transaksi dengan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendukung perluasan jaringan pemasaran hasil pertanian sekaligus mempermudah akses calon pembeli dari luar wilayah menuju lokasi petani.

Program ini juga mencakup pembuatan akun official Dusun Kragilan yang nantinya dapat digunakan sebagai media komunikasi dan publikasi resmi. Akun tersebut dapat dimanfaatkan untuk membagikan berbagai informasi mengenai kegiatan masyarakat, potensi lokal, hasil pertanian, serta perkembangan Dusun Kragilan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dua platform media sosial yang dikembangkan dalam program ini adalah Facebook dan Instagram. Akun official Facebook dihadirkan sebagai salah satu media untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia. Melalui Facebook, informasi mengenai hasil pertanian maupun kegiatan masyarakat dapat disebarluaskan secara lebih luas.

Sementara itu, Instagram digunakan sebagai media yang lebih menonjolkan aspek visual. Foto dan video hasil pertanian, proses panen, aktivitas petani, serta berbagai kegiatan masyarakat dapat dikemas menjadi konten yang menarik. Penggunaan Instagram juga diharapkan dapat membantu membangun citra Dusun Kragilan sebagai wilayah yang memiliki potensi pertanian dan aktivitas masyarakat yang beragam.

Keterlibatan remaja Karang Taruna menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program tersebut. Para remaja tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan, tetapi juga diharapkan mampu mengambil peran sebagai pengelola media digital Dusun Kragilan. Kedekatan generasi muda dengan teknologi dan media sosial menjadi modal yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga agar akun resmi dusun tetap aktif dan berkembang.

Melalui program Rebranding Hasil Pertanian, mahasiswa KKN tidak hanya berupaya membuat media sosial dan website, tetapi juga mendorong perubahan cara masyarakat dalam memperkenalkan potensi pertaniannya. Hasil pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas yang dijual secara langsung, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas Dusun Kragilan yang diperkenalkan melalui ruang digital.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian. Dengan adanya media sosial dan website resmi, informasi mengenai hasil pertanian dapat menjangkau calon konsumen, pedagang, maupun tengkulak dari luar wilayah Dusun Kragilan.

Ke depan, keberlanjutan pengelolaan media digital menjadi hal yang penting agar program yang telah dirintis dapat terus berkembang. Remaja Karang Taruna diharapkan dapat melanjutkan produksi konten, mengelola akun media sosial, serta memperbarui informasi mengenai hasil pertanian dan kegiatan dusun secara konsisten.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat, khususnya remaja Karang Taruna, Rebranding Hasil Pertanian menjadi langkah awal dalam membangun identitas digital Dusun Kragilan. Pemanfaatan website, Facebook, dan Instagram diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi, menarik lebih banyak calon pembeli, serta membuka peluang pemasaran yang lebih besar bagi hasil pertanian masyarakat Dusun Kragilan.

 

  • Tim KKN-PPM Kelompok 53
  • Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!