Dari Bahan Mudah Diperoleh, KKN Undip Kenalkan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Banaran
JATENG.NET, SRAGEN — Sabun cuci piring menjadi salah satu kebutuhan rumah tangga yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program kerja KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (Undip), mahasiswa mengenalkan praktik pembuatan sabun cuci piring cair kepada masyarakat Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Program tersebut dilaksanakan oleh Herlina Dwi Aprilia Sari, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro. Program ini diwujudkan dalam bentuk praktik pembuatan sabun cuci piring cair yang aman, efektif, dan ekonomis dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Banaran dalam membuat sabun cuci piring cair secara mandiri.
Dalam praktiknya, masyarakat diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring cair, yaitu Texapon N70, Foam Booster, bibit parfum jeruk nipis, garam dapur halus, pewarna makanan hijau muda, dan air bersih. Bahan-bahan tersebut digunakan dalam proses pembuatan hingga menghasilkan sabun cuci piring cair dengan volume akhir 4 liter.
Kegiatan dilakukan melalui praktik secara langsung bersama masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi persiapan bahan, pencampuran bahan, proses pembuatan, hingga pengemasan produk. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan pembuatan secara langsung hingga menghasilkan sabun cuci piring cair yang siap digunakan. Rangkaian kegiatan tersebut sesuai dengan rancangan program yang mencakup pencampuran bahan, proses pembuatan, dan pengemasan produk.
Praktik secara langsung dipilih agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam membuat produk kebutuhan rumah tangga. Selama kegiatan berlangsung, Herlina memberikan pendampingan serta menjelaskan tahapan pembuatan sabun kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari melalui pembuatan produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Program ini tidak hanya berkaitan dengan pembuatan produk rumah tangga, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas. Melalui praktik pembuatan sabun cuci piring cair, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran melalui praktik langsung menjadi salah satu bentuk edukasi yang dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan praktis secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Sosial Kemasyarakatan KKN-R Tim II Undip yang mencakup penyuluhan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat Desa Banaran sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing mahasiswa.
Kegiatan praktik pembuatan sabun cuci piring cair memberikan pengalaman baru bagi masyarakat karena peserta dapat melihat dan mencoba secara langsung proses pembuatan. Selain memperoleh pengetahuan mengenai bahan dan tahapan pembuatan, masyarakat juga mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru karena masyarakat dapat langsung melihat dan mencoba proses pembuatan sabun cuci piring. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat dipraktikkan kembali setelah kegiatan selesai dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap salah satu warga.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan kepada masyarakat. Interaksi selama kegiatan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang sederhana dan aplikatif.
Melalui program tersebut, KKN-R Tim II Undip berharap keterampilan pembuatan sabun cuci piring cair dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Banaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi praktik selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat menjadi pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat serta diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
- Herlina Dwi Aprilia Sari
- Mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
- Setuju





