Petakan Tutupan Lahan dan Jaringan Gas, Mahasiswa KKNT-141 Undip Dukung Perencanaan Energi Desa Batursari

Batursari, Demak – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 141 Universitas Diponegoro melaksanakan program pemetaan bertajuk “Pemetaan Tutupan Lahan dan Instalasi Jaringan Gas Dusun Karangmalang Karangjati untuk Perencanaan Pengelolaan Energi dan Lokasi Biomassa Desa Berpotensi” di Dusun Karangmalang dan Karangjati, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, yang dilaksanakan pada 15–18 Juli 2026.

Program ini digagas oleh Muhammad Ralf Rajendra Djuanda dan Pasha Azka Musyary, mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, sebagai upaya mendukung perencanaan pengelolaan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mengidentifikasi lokasi biomassa berpotensi di Desa Batursari.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya data spasial mengenai kondisi tutupan lahan maupun jaringan pipa instalasi gas rumah tangga (jargas) di kedua dusun tersebut. Padahal, Desa Batursari telah memiliki beberapa instalasi biogas rumah tangga yang memanfaatkan limbah organik dan kotoran ternak sebagai sumber energi alternatif. Ketiadaan data ini menyulitkan proses evaluasi, pemeliharaan, maupun perencanaan pengembangan sistem distribusi biogas ke depan.

Program dilaksanakan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pemetaan tutupan lahan untuk mengidentifikasi lokasi berpotensi sebagai sumber biomassa, serta pemetaan jaringan pipa instalasi gas rumah tangga eksisting yang meliputi jalur distribusi, titik sambungan, dan cakupan pelayanan.

Ralf menjelaskan bahwa proses pemetaan diawali dengan prastudi lapangan untuk mengumpulkan data spasial sekunder, seperti batas administrasi dan shapefile Peta Rupa Bumi Indonesia. Tahap ini kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan menggunakan GPS ponsel untuk mengambil titik koordinat jalur pipa, titik sambungan, serta batas tutupan lahan, yang dilengkapi dokumentasi kondisi jaringan menggunakan kamera.

Sementara itu, Pasha memaparkan bahwa seluruh data hasil survei kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) ArcMap versi 10.8, mulai dari klasifikasi tutupan lahan berdasarkan citra satelit yang diverifikasi dengan data lapangan, hingga digitasi jaringan pipa instalasi gas untuk memetakan jalur distribusi dan zona pemanfaatannya.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa permukiman warga terkonsentrasi di bagian selatan wilayah kajian serta bagian tengah Karangjati, dan umumnya mengikuti pola jaringan jalan. Sementara itu, sebagian besar wilayah Karangmalang dan Karangjati masih didominasi oleh lahan agrikultur berupa sawah, tegalan, dan kebun, serta semak belukar dengan pola persebaran memanjang dari barat ke timur — kondisi yang dinilai berpotensi dikembangkan sebagai sumber biomassa baru.

Dari sisi jaringan gas, observasi lapangan yang dilakukan tim menemukan bahwa sebagian besar rumah warga telah terpasang instalasi jargas. Namun, instalasi tersebut secara umum masih dalam kondisi terpasang dan belum mengalirkan gas secara operasional ke rumah tangga pengguna, sehingga cakupan pelayanan distribusi gas belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Tim KKNT-141 Undip menyusun sejumlah rekomendasi bagi pemerintah desa dan pengelola instalasi gas. Di antaranya, percepatan operasionalisasi jargas yang sudah terpasang, pemanfaatan lahan sawah dan semak belukar sebagai sumber bahan baku biomassa alternatif seperti limbah pertanian jagung dan pohon pisang, pengembangan energi surya mengingat intensitas sinar matahari yang tinggi di wilayah kajian, serta penyusunan sistem monitoring dan pemeliharaan berkala terhadap jaringan pipa yang telah terbangun.

Tim juga merekomendasikan perlunya edukasi dan pendampingan kepada warga terkait pemanfaatan biogas sebagai energi rumah tangga alternatif, guna mempercepat adopsi penggunaan begitu jaringan gas beroperasi penuh.

Melalui kegiatan pemetaan ini, Tim KKNT-141 Universitas Diponegoro berharap peta tutupan lahan dan peta jaringan instalasi gas yang dihasilkan dapat menjadi dasar bagi warga maupun perangkat Desa Batursari dalam menyusun perencanaan pengelolaan energi yang lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, serta mendorong optimalisasi potensi biomassa dan percepatan pemanfaatan jaringan gas yang telah dibangun.

Nama Penulis:

Pasha Azka Musyary dan Muhammad Ralf Rajendra Djuanda

Profil Singkat:

Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Lokasi KKN:

Dusun Karangmalang dan Karangjati, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak

 

 

 

  • Pasha Azka Musyary dan Muhammad Ralf Rajendra Djuanda
  • Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!