Atasi Polusi Asap Pembakaran Sampah, Mahasiswa KKN UNDIP Ciptakan Alat Pembakaran Minim Asap di Desa Karanganyar

JATENG.NET, Desa Karanganyar — Kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama dengan cara membakarnya secara terbuka, masih menjadi persoalan yang cukup umum dijumpai di lingkungan sekitar. Pembakaran sampah secara langsung di lahan terbuka bukan hanya mencemari udara, tetapi juga menimbulkan asap tebal yang mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan kesehatan pernapasan warga sekitar, terutama anak-anak dan lansia. Di sisi lain, kebiasaan ini juga mencerminkan belum optimalnya pengelolaan sampah dan limbah biomassa di tingkat rumah tangga, padahal bahan-bahan tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Menjawab persoalan tersebut, Reyhand Christian Hutubessy, mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, merancang dan membangun satu unit rocket stove sederhana sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karanganyar.

Rocket stove dirancang dengan sistem pembakaran tertutup dan lubang udara yang terkendali, sehingga proses pembakaran biomassa berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan asap yang jauh lebih minim dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Dengan kata lain, alat ini tidak hanya berfungsi sebagai tungku masak hemat energi, tetapi juga berperan sebagai solusi pengendalian asap yang mengubah kebiasaan membakar sampah sembarangan menjadi kegiatan yang lebih terarah, aman, dan bermanfaat.

Menyurvei Potensi Sampah Biomassa Desa

Sebelum masuk ke tahap perancangan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei jenis sampah dan limbah biomassa yang tersedia di lingkungan Desa Karanganyar. Survei ini menjadi dasar penting untuk memastikan bahwa alat yang dirancang benar-benar sesuai dengan bahan bakar yang mudah diperoleh warga sehari-hari, sehingga rocket stove yang dihasilkan nantinya dapat digunakan secara praktis dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi tumpukan sampah yang berpotensi dibakar sembarangan.

Merancang, Membangun, dan Menguji Alat

Berbekal data hasil survei, proses perancangan alat pun dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi pembakaran serta kemudahan penggunaan bagi warga. Setelah rocket stove selesai dibuat, tahap uji coba pembakaran dilaksanakan untuk menilai kinerja alat secara langsung. Dari proses ini, mahasiswa menemukan bahwa tantangan utama terletak pada penyesuaian alat dengan berbagai jenis sampah serta kondisi penggunaannya di lapangan, sehingga diperlukan penyesuaian teknis agar performa pembakaran tetap optimal dan asap yang dihasilkan tetap minim untuk berbagai jenis bahan bakar.

Melatih Warga Menggunakan Rocket Stove

Setelah alat dinyatakan siap digunakan, program dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan rocket stove kepada warga. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya mengenal alat secara sekilas, tetapi benar-benar memahami cara mengoperasikannya dengan aman dan efektif. Melalui pelatihan ini, warga memperoleh pemahaman baru mengenai pemanfaatan sampah dan limbah biomassa sebagai alternatif sumber energi memasak yang lebih hemat, sekaligus cara mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Kehadiran rocket stove ini juga sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Sebagai alat masak yang memanfaatkan limbah biomassa secara efisien, program ini mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penyediaan sumber energi alternatif yang hemat dan mudah diakses warga. Berkurangnya kebiasaan membakar sampah secara terbuka turut berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penurunan emisi asap dan gas hasil pembakaran terbuka. Selain itu, pemanfaatan sampah biomassa sebagai bahan bakar juga mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), mendorong warga untuk mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak sebelum akhirnya berakhir sebagai sampah yang dibakar sembarangan.

Menuju Pemanfaatan yang Tepat dan Berkelanjutan

Keberhasilan merancang, membangun, dan menguji coba rocket stove ini menjadi langkah awal yang mendorong pemanfaatan alat secara tepat dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar alat masak, rocket stove hadir sebagai solusi ganda: mengendalikan dan meminimalisir asap dari kebiasaan membakar sampah sembarangan, sekaligus menyediakan sumber energi panas yang lebih efisien bagi rumah tangga. Program ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis rekayasa mampu memberikan manfaat langsung bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Karanganyar, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan secara global.

Program Kerja Multidisiplin KKN — Reyhand Christian Hutubessy, Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik – Universitas Diponegoro

Butuh bantuan? Chat kami!