Mahasiswa KKN-T 99 Universitas Diponegoro Gelar Edukasi Sanitasi Peralatan Pemerahan Sapi untuk Menjaga Kualitas Susu Segar

Gambar 1 Mahasiswa KKN-T 99 UNDIP Menampilkan Media Edukasi Sanitasi dan Kualitas Susu Segar

JATENG.NET, Semarang — Sebanyak 87 siswa MIN Kota Semarang antusias mengikuti kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh KKN-T 99 Universitas Diponegoro dengan tema “Edukasi Sanitasi Peralatan Pemerahan Sapi untuk Menjaga Kualitas Susu Segar”. Kegiatan ini mengajak siswa mengenal proses pemerahan sapi sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan peralatan untuk menghasilkan susu yang berkualitas dan aman dikonsumsi. Kegiatan edukasi ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian pengetahuan kepada siswa mengenai proses pemerahan sapi, sanitasi peralatan, serta cara menjaga kualitas susu melalui penyampaian materi dan pembelajaran secara langsung.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KKN kepada siswa, kemudian dilanjutkan dengan ice breaking dan pertanyaan sederhana mengenai susu. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa kualitas susu tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sapi, tetapi juga oleh kebersihan selama proses pemerahan.

Gambar 2 Penyampaian Materi Edukasi Sanitasi dan Kualitas Susu kepada Siswa

Memasuki sesi edukasi di Mushola, mahasiswa KKN menjelaskan mengenai sapi perah, bagian tubuh yang menghasilkan susu, pakan, proses pemerahan, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas susu. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pentingnya kebersihan tangan pemerah, ambing sapi, peralatan pemerahan, dan wadah penampungan susu. Materi disampaikan menggunakan media edukasi dengan visual pendukung dan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami siswa.

Setelah mendapatkan materi, siswa diajak mengunjungi kandang sapi KTT Rejeki Lumintu untuk melihat secara langsung proses pemerahan. Peternak memberikan demonstrasi pemerahan sekaligus menjelaskan penerapan kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum pemerahan, menjaga kebersihan ambing, serta memastikan peralatan dan wadah penampungan dalam kondisi bersih. Siswa juga diarahkan untuk menjaga jarak aman selama berada di sekitar kandang.

Gambar 3 Siswa Mengamati Proses Pemerahan Sapi di Kandang KTT Rejeki Lumintu

Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa peralatan yang bersentuhan langsung dengan susu harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum dan setelah digunakan. Pembersihan tersebut bertujuan menghilangkan sisa susu, kotoran, dan cemaran yang berpotensi memengaruhi kualitas susu. Peralatan yang telah dibersihkan juga perlu disimpan dengan baik agar tetap higienis hingga digunakan kembali.

Sebagai bagian dari kegiatan, siswa diajak menikmati susu bersama. Sebelum pembagian susu, mahasiswa menjelaskan kandungan gizi dan manfaat susu bagi pertumbuhan serta kesehatan tubuh. Pemanfaatan susu sebagai sumber pangan bergizi juga mendukung SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengenalan manfaat pangan bergizi bagi pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi siswa. Kegiatan kemudian ditutup dengan kuis singkat untuk menguji pemahaman siswa. Siswa yang aktif menjawab mendapatkan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi, dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan media edukasi kepada pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, KKN-T 99 UNDIP bersama KTT Rejeki Lumintu tidak hanya mengenalkan dunia peternakan dan proses pemerahan sapi, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai pentingnya sanitasi peralatan pemerahan dalam menjaga kualitas susu segar. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran siswa mengenai kebersihan, keamanan pangan, dan kesehatan sejak dini. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) karena edukasi mengenai sanitasi pemerahan dan keamanan susu berperan dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan, keamanan pangan, dan kesehatan.

Penulis: Cosmas Anugerah Putra
Mahasiswa Universitas Diponegoro

Butuh bantuan? Chat kami!