Siswa SMK Garuda Nusantara Kuripan Sadar Bahaya Narkoba Berkat KKN UPGRIS

DEMAK  – Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, hingga dampak sosial pada remaja. Untuk mendukung upaya pencegahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 Universitas PGRI Semarang mengadakan sosialisasi bahaya narkoba di SMK Garuda Nusantara, Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026 ini diikuti secara interaktif oleh puluhan siswa dari kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 1 dan TKJ 2. Sosialisasi tersebut bertujuan membedah berbagai faktor pemicu utama yang sering menjebak remaja, mulai dari rasa ingin tahu berlebihan, tekanan teman sebaya, hingga minimnya pengawasan serta masalah pribadi. Dalam pemaparannya, tim KKN membeberkan dampak buruk penyalahgunaan narkoba secara rinci, mencakup kerusakan organ fisik seperti otak, hati, dan paru-paru, gangguan psikologis berupa depresi dan kecemasan, hingga dampak sosial seperti hilangnya masa depan sekolah dan potensi tindak kriminal. Nadroti selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwasanya sosialisasi ini digelar untuk menumbuhkan kesadaran serta memberikan pemahaman mendalam bagi siswa dalam membentengi diri dari bahaya narkoba. “Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang dapat memengaruhi kondisi kejiwaan, pikiran, serta perilaku seseorang hingga memicu ketergantungan,” terang Nadroti saat menyampaikan materi. Tak kalah penting, Zidan dan Fajar mengajak para siswa memahami tiga kategori zat berbahaya, mulai dari Narkotika (seperti ganja, heroin, dan morfin), Psikotropika (zat pengubah aktivitas mental dan saraf pusat), hingga Zat Adiktif Lainnya (seperti alkohol, nikotin, dan lem). Zidan menggarisbawahi pentingnya remaja mengenali faktor pemicu penyalahgunaan agar tidak terperosok ke dalam pergaulan yang salah. “Dampak buruk narkoba sangat luas, meliputi kerusakan organ seperti hati, paru-paru, dan otak, timbulnya kecemasan serta depresi, hingga risiko keretakan keluarga dan sanksi sosial di masyarakat,” tutur Zidan. Suasana sosialisasi semakin hidup saat masuk ke sesi latihan soal dan diskusi interaktif. Empat siswa dari kelas TKJ 1 dan TKJ 2, yakni Lilis, Indah, Andi, dan Rendi, tampil antusias menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh mahasiswa KKN: ● Lilis menjawab pertanyaan mengenai kepanjangan dari Narkoba, yakni Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. ● Indah berhasil menjawab soal terkait zat adiktif dengan jawaban Nikotin. ● Andi menjawab pertanyaan mengenai salah satu dampak psikologis penyalahgunaan narkoba, yaitu Depresi. ● Rendi menjawab pertanyaan tentang faktor penyebab penyalahgunaan narkoba, yakni Pengaruh teman sebaya. Acara ini diharapkan dapat membagikan informasi terkait pencegahan narkotika dan membuat generasi muda dapat menyikapi dengan baik pergaulan sehat dimulai dari dunia pendidikan. Dengan begitu, jika ancaman pergaulan bebas masuk ke lingkungan remaja, siswa dapat melindungi diri serta membawa dampak positif bagi lingkungan keluarga dan masyarakat Desa Kuripan.

  • Mahasiswa KKN UNIVERSITAS PGRI Semarang, Kelompok 29
  • UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!