Mahasiswa KKN Undip Dukung Pembuatan Bank Sampah melalui Perencanaan Anggaran di Desa Banaran
Sragen, Jawa Tengah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UndIP) melaksanakan program pembuatan Bank Sampah di Desa Banaran, Kecamatan Samarang, Kabupaten Sragen sebagai upaya untuk memperkenalkan kebiasaan memilah sampah sejak dini sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih terstruktur di lingkungan masyarakat.
Program ini diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pengenalan Bank Sampah kepada siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Banaran. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengenalkan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, khususnya sampah organik dan anorganik.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan bahwa sampah yang dihasilkan sehari-hari dapat dipisahkan berdasarkan karakteristiknya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, dapat dipisahkan dari sampah anorganik, seperti botol plastik, kemasan, dan bahan lain yang dapat dikumpulkan untuk dikelola lebih lanjut. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah.
Kegiatan edukasi dan pembuatan Bank Sampah ini juga sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi edukasi, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pemberian pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Selain itu, pengelolaan sampah yang lebih terstruktur turut mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam mendorong pengurangan dan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab di lingkungan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN turut membuat sarana Bank Sampah yang dapat digunakan sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah. Sarana tersebut dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya siswa, dalam membedakan dan menempatkan sampah sesuai dengan jenisnya sehingga proses pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih teratur.
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa KKN dari berbagai bidang turut berkontribusi sesuai dengan perannya masing-masing. Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan berperan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk mendukung kebutuhan pembuatan sarana Bank Sampah.
Penyusunan RAB dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan Bank Sampah, mulai dari bahan, perlengkapan, hingga kebutuhan pendukung lainnya. Setiap kebutuhan kemudian diestimasi dan disusun secara sistematis untuk memberikan gambaran mengenai anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan program.
Perencanaan anggaran menjadi salah satu tahapan penting dalam program karena membantu tim KKN menentukan kebutuhan dan mengalokasikan sumber daya sesuai dengan prioritas kegiatan. Dengan adanya RAB, kebutuhan program dapat dipetakan sejak awal sehingga proses pelaksanaan pembuatan Bank Sampah dapat berjalan lebih terarah dan efisien.
Keterlibatan mahasiswa Akuntansi Perpajakan dalam penyusunan anggaran juga menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Kompetensi dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan tidak hanya diterapkan dalam konteks dunia usaha, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan program lingkungan di tingkat desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap keberadaan Bank Sampah dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Banaran. Pengenalan sejak dini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Program pembuatan Bank Sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam menghubungkan ilmu akademik dengan kebutuhan masyarakat. Bagi mahasiswa Akuntansi Perpajakan, kontribusi melalui penyusunan RAB menunjukkan bahwa perencanaan anggaran dapat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan suatu program pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, edukasi pemilahan sampah dan penyediaan sarana Bank Sampah diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs di tingkat desa.
- Zalva Az Zahra
- Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
- Setuju





