Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi KWT Tani Mulyo melalui Program GOSIP untuk Dukung SDG 8

Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Mulyo bersama mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menunjukkan booklet sebagai luaran program GOSIP setelah kegiatan sosialisasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (21/7/2026).

SRAGEN – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program multidisiplin “Gerakan Optimalisasi Sosmed, Inovasi, dan Proteksi KWT Tani Mulyo (GOSIP)” bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Mulyo, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan talk show bersama Ibu Mamik selaku owner Mamigus sekaligus Ketua KWT Tani Mulyo, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari empat bidang keilmuan serta pembagian booklet kepada anggota KWT.

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran dan menjangkau konsumen. Namun, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha tidak hanya berkaitan dengan promosi produk, tetapi juga dapat membantu membuat berbagai proses dalam kegiatan ekonomi menjadi lebih efisien. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang diperkenalkan melalui program GOSIP kepada anggota KWT Tani Mulyo.

Kegiatan diawali dengan talk show bersama Ibu Mamik yang membahas pengalaman dan dinamika dalam menjalankan usaha. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk melihat secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan ekonominya.

Setelah talk show, mahasiswa KKN menyampaikan materi yang berasal dari empat bidang keilmuan yang terlibat dalam program GOSIP. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan usaha KWT, mulai dari pemanfaatan media sosial, inovasi, hingga perlindungan dalam aktivitas digital.

Dari perspektif Ekonomi, salah satu materi yang dimuat dalam kegiatan dan booklet membahas biaya transaksi (transaction costs). Dalam menjalankan usaha, biaya tidak hanya muncul dari proses produksi, tetapi juga dari berbagai aktivitas seperti mencari informasi, menemukan konsumen, berkomunikasi, melakukan negosiasi, hingga memastikan transaksi dapat berlangsung sesuai kesepakatan.

Pemanfaatan digitalisasi kemudian dapat dilihat sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya tersebut. Media digital memungkinkan pelaku usaha menyampaikan informasi produk, berkomunikasi dengan konsumen, serta menjangkau pasar tanpa selalu melakukan proses tersebut secara langsung. Dengan berkurangnya waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dalam proses tersebut, kegiatan usaha dapat dilakukan secara lebih efisien.

Seluruh materi dari keempat bidang keilmuan kemudian dirangkum dalam booklet sebagai luaran bersama program GOSIP. Booklet tersebut dibagikan kepada anggota KWT setelah penyampaian materi sehingga informasi yang diberikan selama kegiatan dapat kembali dibaca dan dimanfaatkan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Program GOSIP menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pengembangan kapasitas KWT Tani Mulyo di tengah perubahan aktivitas ekonomi menuju pemanfaatan teknologi digital. Melalui kombinasi edukasi dan media informasi, anggota KWT tidak hanya diperkenalkan pada peluang yang ditawarkan digitalisasi, tetapi juga berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kegiatan usaha di lingkungan digital.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendukung produktivitas dan pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat. Pemahaman mengenai pengelolaan usaha serta pemanfaatan teknologi secara lebih efisien dapat menjadi salah satu bekal bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis dan mengembangkan peluang ekonominya.

  • Nadira Maharani Irmanto Ganin
  • Mahasiswa Program Studi Ekonomi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!