Mahasiswa KKN Reguler Undip Hadirkan Mading ‘Pojok Pangan Sehat’ di SDN Karang
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan mading edukatif bertajuk “Pojok Pangan Sehat” di SD Negeri Karang, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Program ini diinisiasi oleh Dzilaalin Arsyuh, salah satu anggota Tim II KKN-R Undip, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pola konsumsi pangan sehat. Sasaran utama program ini adalah siswa sekolah dasar yang berada pada usia penting untuk membentuk kebiasaan makan sehat. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (30/7/2026). Mading tersebut dipasang di area dinding sekolah yang mudah dijangkau oleh seluruh siswa.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap terbatasnya media edukasi gizi di lingkungan sekolah dasar. Selama ini, edukasi gizi yang dilakukan pihak eksternal cenderung bersifat insidental dan tidak memiliki tindak lanjut yang jelas. Setelah kegiatan selesai, materi edukasi biasanya tidak lagi diperbarui atau dikelola oleh pihak sekolah. Kondisi ini membuat dampak edukasi gizi menjadi kurang bertahan lama. Dzilaalin melihat celah tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan bagi SDN Karang.
Untuk menjawab persoalan itu, Dzilaalin tidak hanya memasang mading sebagai media informasi satu arah. Ia juga menyusun dokumen panduan pengelolaan mading “Pojok Pangan Sehat” secara tertulis. Panduan diserahkan kepada kepala sekolah SDN Karang pada Selasa (11/8/2026), panduan tersebut memuat mekanisme pengelolaan, pembagian peran, serta jadwal pembaruan konten. Selain itu, wali kelas dan siswa dilibatkan secara terjadwal dalam proses pembaruan tersebut. Dengan adanya panduan ini, mading dapat terus aktif meski program KKN telah berakhir.
Mading “Pojok Pangan Sehat” berisi informasi seputar gizi seimbang, pola makan sehat, dan pentingnya ketahanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disajikan dalam bentuk poster sederhana yang dipadukan dengan ilustrasi agar mudah dipahami siswa sekolah dasar. Pemilihan warna dan gambar yang menarik bertujuan agar siswa lebih antusias membaca dan memahami isi mading. Pemilihan area dinding sekolah yang strategis turut mendukung keberhasilan penyampaian pesan kepada seluruh warga sekolah.
Struktur kelas dan peran wali kelas dimanfaatkan sebagai dasar pembagian tanggung jawab pengelolaan mading secara bergilir. Setiap kelas mendapat giliran memperbarui konten sesuai jadwal yang telah disusun dalam panduan. Siswa dilibatkan secara aktif, mulai dari mengumpulkan bahan hingga menempelkan informasi baru ke mading. Keterlibatan ini diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus kebiasaan literasi sejak dini. Pendekatan tersebut membuat program tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan berjalan konsisten meski masa KKN telah berakhir.
Program “Pojok Pangan Sehat” ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being). Melalui edukasi gizi yang sederhana dan aplikatif, siswa diharapkan memahami pentingnya konsumsi pangan bergizi sejak usia dini. Dukungan sistem pengelolaan yang terstruktur turut memastikan pesan tersebut tersampaikan secara berkelanjutan, bukan hanya saat KKN berlangsung. Kolaborasi antara mahasiswa, wali kelas, dan siswa menjadi kunci utama keberhasilan program ini ke depannya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap dapat menghadirkan perubahan kecil yang berdampak jangka panjang bagi lingkungan sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya hidup sehat di SDN Karang secara berkelanjutan. Dzilaalin berharap panduan pengelolaan yang telah disusun dapat terus dijalankan oleh pihak sekolah meski program KKN sudah selesai. Dengan begitu, semangat literasi gizi yang telah ditanamkan tidak berhenti begitu saja, melainkan terus tumbuh bersama siswa SDN Karang.
- Dzilaalin Arsyuuh
- Mahasiswa Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro
- Setuju






