Wujudkan UMKM Naik Kelas, Tim KKN UPGRIS Latih Ibu-Ibu PKK Manfaatkan AI untuk Foto Produk
Munding, Kabupaten Semarang – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 11 Desa Munding menggelar pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas foto produk UMKM. Kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Sosialisasi Foto Produk Cantik Menggunakan AI” tersebut menyasar ibu-ibu PKK Desa Munding yang memiliki dan mengelola usaha rumahan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam meningkatkan literasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar AI serta cara memanfaatkannya untuk membantu membuat materi visual produk yang lebih menarik.
Materi diawali dengan pengenalan mengenai AI, mulai dari pengertian, contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, hingga peluang penggunaannya dalam mendukung kegiatan UMKM. Peserta kemudian diperkenalkan dengan prompt, yaitu instruksi yang diberikan kepada AI untuk menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan.
Dalam konteks foto produk, peserta dijelaskan mengenai cara memberikan instruksi yang lebih jelas, mulai dari menentukan suasana, latar belakang, pencahayaan, hingga elemen pendukung yang sesuai dengan karakter produk. Tim KKN juga membagikan beberapa prompt yang telah disiapkan sehingga peserta dapat langsung menggunakannya saat praktik.
Koordinator Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 11 Desa Munding, Devinza Ardhita Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut dibuat agar ibu-ibu PKK dapat mengenal teknologi AI sekaligus mencoba penerapannya secara langsung.
“Kami melihat banyak produk UMKM ibu-ibu PKK di sini yang sebenarnya sudah bagus. Kami ingin mengenalkan bahwa AI bisa menjadi salah satu alat bantu untuk membuat foto produk mereka lebih menarik. Kami juga menjelaskan dasar-dasar AI dan cara membuat prompt yang bisa langsung dipraktikkan,” ujar Devinza Ardhita Wijaya.
Setelah penyampaian materi, peserta diajak mengikuti praktik secara langsung dengan memanfaatkan makanan yang tersedia saat kegiatan PKK berlangsung sebagai objek foto. Mahasiswa KKN terlebih dahulu menunjukkan cara mengambil foto dasar menggunakan kamera ponsel. Foto tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk praktik pengembangan visual dengan bantuan AI
Dalam praktik tersebut, peserta mencoba memasukkan foto dan menggunakan prompt yang telah disiapkan. Gemini AI digunakan sebagai salah satu media praktik untuk menunjukkan bagaimana foto sederhana dapat dikembangkan dengan suasana, pencahayaan, latar belakang, dan elemen pendukung yang disesuaikan dengan produk.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba secara mandiri dengan didampingi mahasiswa KKN. Jika hasil yang diperoleh belum sesuai, peserta diarahkan untuk melakukan penyesuaian pada instruksi yang diberikan. Dengan demikian, peserta tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memahami proses dasar dalam berinteraksi dengan teknologi AI.
Praktik tersebut mendapat respons antusias dari peserta. Mereka dapat melihat secara langsung perbedaan antara foto yang diambil menggunakan kamera ponsel secara sederhana dengan hasil visual yang telah dikembangkan menggunakan bantuan AI.
Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman bahwa AI merupakan alat bantu, bukan pengganti produk asli. Karena itu, hasil yang dibuat tetap perlu diperiksa dan disesuaikan agar bentuk, warna, kemasan, identitas, serta karakter utama produk tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ketua PKK Desa Munding, Ibu Masfuah Nur Fitriana, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN memberikan pengetahuan baru bagi ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung usaha.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi kami. Ternyata membuat foto produk yang menarik tidak sesulit yang kami bayangkan. Dengan bimbingan mahasiswa KKN, kami bisa langsung mencoba sendiri,” ujar Ibu Masfuah Nur Fitriana.
Selain pelatihan foto produk, tim KKN Kelompok 11 juga menawarkan pendampingan lanjutan mengenai marketplace, khususnya pengenalan cara mendaftarkan usaha dan memanfaatkan platform digital untuk berjualan. Tawaran tersebut mendapat respons positif dari peserta yang tertarik untuk mengikuti pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Melalui kegiatan ini, tim KKN UPGRIS Kelompok 11 Desa Munding berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi langkah awal bagi ibu-ibu PKK untuk lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan AI diharapkan tidak berhenti pada pembuatan foto produk, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam memperluas pemasaran dan mengembangkan usaha secara bertahap.
- arvan
- mahasiswa Informatika, Universitas PGRI Semarang
- fudoliarvan@gmail.com
- 085743679377
-
1000386044 - Setuju







