Implementasi SDGs 7 melalui Audit Energi Kelistrikan: Mahasiswa KKNT-141 UNDIP Tingkatkan Efisiensi Penggunaan Listrik di SMP Negeri 3 Mranggen
Mranggen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 141 Universitas Diponegoro melaksanakan program Audit Energi Kelistrikan di SMP Negeri 3 Mranggen, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung budaya hemat energi melalui identifikasi penggunaan listrik, evaluasi kondisi instalasi kelistrikan, serta edukasi kepada siswa SMPN 3 Mranggen mengenai pentingnya konservasi energi.
Program audit energi merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro, Teknik Listrik Industri, Agribisnis, dan Ilmu Komunikasi. Setiap program studi memiliki perannya masing-masing, mulai dari pelaksanaan audit teknis, analisis efisiensi energi dan manfaat ekonomi, hingga penyusunan strategi komunikasi yang akan digunakan dalam menyampaikan edukasi hemat energi kepada siswa.
Pelaksanaan audit energi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pada 13 Juli 2026 sebagai data awal (baseline), dilanjutkan audit energi kedua pada 16 Juli 2026 , dan tahap evaluasi pada 24 Juli 2026 untuk mengetahui konsistensi perubahan perilaku penggunaan listrik di lingkungan sekolah.
Pada tahap awal, tim melakukan inventarisasi terhadap 188 item atau 590 unit peralatan listrik yang tersebar di 46 ruangan. Hasil audit energi menunjukkan total daya terpasang sebesar 41.302 Watt dengan estimasi konsumsi energi mencapai 184,46 kWh per hari. Selain mendata penggunaan energi, mahasiswa juga melakukan inspeksi visual terhadap kondisi instalasi listrik, panel, kabel, saklar, serta berbagai peralatan listrik untuk memastikan aspek keselamatan dan keandalannya.
Setelah diperoleh hasil audit energi awal, mahasiswa melaksanakan kegiatan pencerdasan hemat energi melalui penyampaian materi interaktif, diskusi, kuis edukatif, serta ajakan membangun komitmen bersama untuk membiasakan perilaku hemat energi di lingkungan sekolah. Edukasi tersebut menekankan kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu, kipas angin, komputer, proyektor, dan perangkat elektronik lainnya ketika tidak digunakan serta memanfaatkan pencahayaan alami pada siang hari.
Kemudian pada tahap evaluasi menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan. Konsumsi energi listrik yang semula mencapai 184,46 kWh per hari berhasil turun menjadi 161,65 kWh per hari pada audit energi kedua, kemudian kembali menurun menjadi 144,28 kWh per hari pada audit ketiga. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 21,78% dibandingkan pada kondisi awal. Penurunan konsumsi energi tersebut juga berdampak pada berkurangnya estimasi biaya listrik harian sekolah sebesar Rp36.161,55 dibandingkan sebelum dilaksanakannya program ini.
Selain menghasilkan data konsumsi energi, tim mahasiswa juga memberikan berbagai rekomendasi kepada pihak sekolah, seperti pemasangan poster pengingat hemat energi, pembiasaan mematikan peralatan listrik setelah digunakan, pengaturan penggunaan pendingin ruangan secara lebih efisien, hingga penyusunan jadwal pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sebagai langkah menjaga keamanan sistem kelistrikan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT-141 Universitas Diponegoro berharap budaya hemat energi tidak hanya diterapkan selama pelaksanaan program saja, tetapi dapat menjadi kebiasaan seluruh warga SMP Negeri 3 Mranggen. Sinergi antara audit teknis dan edukasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan sekaligus menjadi contoh penerapan konservasi energi di lingkungan pendidikan.
- Bagas Ariyanto, Syahmi Al Qalby, Esther Natalia Andhadewi, Humayra Salsa Nabila
- Mahasiswa Prodi Teknik Elektro, Mahasiswa Prodi Teknik Listrik Industri, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Mahasiswa Prodi Agribisnis, Universitas Diponegoro
- bagasariyanto055@gmail.com
- 089514962758
-
6a8ffdc6-fffd-441d-aa81-f3e6641de9a7 - Setuju






