Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Lubang Resapan Biopori di Mijen sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dan Mencegah Genangan Air untuk Wujudkan Permukiman Berkelanjutan dan Tangguh Iklim melalui SDGs 11 dan 13
JATENG.NET, Semarang — Permasalahan sampah organik dan genangan air saat musim hujan masih menjadi tantangan di berbagai kawasan permukiman, salah satunya di RW 06, Kelurahan Mijen, Kota Semarang. Menjawab permasalahan tersebut, Amelia Diah Febriyana, mahasiswa Tim 1 KKN-T IDBU 52 Mijen Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan program kerja berupa pembuatan Lubang Resapan Biopori di bawah bimbingan Prof. Dr.-Ing. Suherman, S.T., M.T. dan Satriyo Adhy, S.Si., M.T pada 26 juli 2026 dan 31 Juli 2026. Program ini dilaksanakan bersama perangkat RT dan serta masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan daya resap air, mengurangi sampah organik, dan mendukung terwujudnya permukiman yang lebih berkelanjutan.
Program diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik dari rumah tangga dan konservasi air. Warga diberikan pemahaman tentang konsep Lubang Resapan Biopori, yaitu lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dan diisi dengan sampah organik seperti daun kering, rumput, serta sisa sayuran. Seiring proses penguraian oleh mikroorganisme dan fauna tanah, sampah tersebut dapat berubah menjadi kompos, sementara rongga-rongga yang terbentuk di sekitar lubang meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan sehingga dapat membantu mengurangi genangan.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN bersama masyarakat melaksanakan praktik pembuatan biopori secara langsung. Warga diajak untuk menentukan lokasi yang sesuai, melakukan pengeboran tanah, memasang pelindung lubang, hingga mengisi lubang dengan sampah organik. Melalui praktik tersebut, masyarakat bukan hanya memahami secara teori, tetapi juga dapat memperoleh keterampilan untuk menerapkan konsep sederhana ini secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Antusiasme masyarakat dapat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif mengajukan beberapa pertanyaan mengenai perawatan biopori , cara memilih lokasi yang tepat, jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan, serta cara memanfaatkan kompos yang dihasilkan. Diskusi ini dapat menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi.
Program pembuatan Lubang Resapan Biopori ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11, yaitu mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui pengurangan risiko genangan serta peningkatan kualitas lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan, mengurangi limpasan permukaan yang berpotensi menyebabkan banjir, serta mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
Melalui program kerja ini, Amelia Diah Febriyana bersama Tim 1 KKN-T IDBU 52 Mijen Universitas Diponegoro berharap agar masyarakat dapat menjadikan biopori sebagai kebiasaan dalam mengelola sampah organik dan menjaga daya resap tanah di lingkungan permukiman. Sinergi dan kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Ditulis oleh: Amelia Diah Febriyana (24040123120036)
TIM 1 KKN-T IDBU 52 UNDIP Kelurahan Mijen
Dokumentasi:











