Optimalisasi Kelompok Usaha Masyarakat, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Pendampingan Produksi Peterna...

Optimalisasi Kelompok Usaha Masyarakat, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Pendampingan Produksi Peternakan Terintegrasi di Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang

Ukuran Teks:

JATENG.NET, Kabupaten Semarang — Dalam upaya memperkuat sistem agribisnis di tingkat desa, mahasiswa KKN Undip melakukan serangkaian program intensif yang berfokus pada keberlanjutan produksi ternak dan pengelolaan limbah pada Kelompok Usaha Bersama Kadirejo Milenial Agraris (KUBE KERIS), Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang, selama Bulan Februari – Mei 2026. Program ini mencakup teknologi penetasan telur, budidaya maggot, hingga pengolahan pupuk organik.

Modernisasi Penetasan untuk Stabilitas Populasi Ayam Arab

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi penggunaan mesin tetas untuk mendukung replacement stock ayam Arab. Tri Wahyu Utami menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penetasan terletak pada pengendalian suhu yang presisi. “Standar operasional mesin tetas berada pada suhu 37,5–38°C dengan kelembapan 55–60% di awal, dan meningkat hingga 70% saat fase hatching,” jelas Tri Wahyu. Teknologi ini memungkinkan KUBE KERIS menghasilkan bibit unggas (DOC) berkualitas secara mandiri, sehingga produksi telur tetap stabil tanpa bergantung pada pasokan bibit dari luar.

Breeding Alami dan Seleksi Induk Unggul

Keberhasilan mesin tetas tentu diawali dari kualitas telur tetas yang dihasilkan. Melalui pendampingan dari Oktavian, anggota KUBE KERIS diajak untuk menerapkan manajemen breeding yang selektif. Pemilihan induk menjadi syarat mutlak:

  1. Induk Betina: Dipilih yang memiliki produktivitas tinggi dengan bobot tubuh ideal sekitar ±1,3 kg.
  2. Induk Jantan: Dipilih ayam yang sehat dengan usia prima sekitar 8 bulan. Dengan kombinasi seleksi induk dan mesin tetas, diharapkan kelompok ini mampu menjaga kontinuitas produksi telur dan DOC secara mandiri”

Pakan Alternatif Berbasis Maggot dan Pengelolaan Limbah

Di sisi lain, untuk menekan biaya pakan yang kerap menjadi kendala, Amelinda Nola Devina Putri menginisiasi pemeliharaan maggot Black Soldier Fly (BSF) di Sanggar Tani KUBE KERIS. Maggot berperan ganda sebagai sumber protein tinggi bagi ternak sekaligus pengurai limbah organik. “Kami memanfaatkan sisa dapur dan limbah pertanian sebagai media pakan maggot. Ini adalah langkah nyata menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Amelinda. Fokus utama budidaya ini adalah menjaga stabilitas suhu ruang dan sirkulasi udara agar maggot tumbuh sehat dan tidak menimbulkan bau.

Menutup Siklus dengan Pupuk Organik

Optimalisasi Kelompok Usaha Masyarakat, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Pendampingan Produksi Peternakan Terintegrasi di Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang

Melengkapi ekosistem peternakan yang terintegrasi, tim juga melakukan pendampingan pembuatan pupuk organik yang memanfaatkan ekskreta (kotoran) burung puyuh dan bahan organik sisa kandang. Pengolahan ini memastikan tidak ada limbah yang terbuang sia-sia, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KUBE KERIS diharapkan tidak hanya sekadar memiliki pengetahuan (know), tetapi juga kemauan (willingness) dan kemampuan (ability) untuk mengelola unit bisnis peternakan secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan