JATENG.NET, KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 11 Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 telah menggelar kegiatan pemberian benih ikan nila salin di Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Senin (09/02/2026).
Kegiatan dilakukan di area tambak ikan yang berlokasi di Desa Turunrejo dengan menyasar Kelompok Petani Tambak yang memiliki kolam tambak ikan nila salin, Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program multidisiplin 1 KKN-T 11 Undip yang bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi budidaya perikanan melalui pemberdayaan dan peningkatan aktivitas masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani tambak.
Desa Turunrejo memiliki sejumlah kolam tambak yang dimanfaatkan untuk budidaya tambak ikan, khususnya ikan nila salin. Ikan nila salin adalah varietas ikan nila yang memiliki keunggulan untuk beradaptasi di kondisi air dengan kadar garam yang tinggi, oleh karena itu ikan nila salin dikenal memiliki daging yang lebih gurih dan banyak dimanfaatkan untuk produk olahan bahari. Namun, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi petani tambak Desa Turunrejo seperti praktik operasional tambak yang masih bersifat tradisional dan belum adanya sistem distribusi langsung kepada masyarakat
Kegiatan pemberian benih ikan nila salin didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T Tim 11 Undip yang diketuai oleh Kukuh Prakoso, S.Pi., M.Si dan didampingi Muhammad Hauzan Arifin, S.Pi., M.Si serta Diani Estining Tyas, S.Pi, M.Pi yang membawa benih ikan dari Jepara ke Kendal untuk diserahkan kepada perwakilan petani tambak Desa Turunrejo. Proses penurunan benih turut dibantu oleh mahasiswa anggota KKN-T Tim 11 bersama masyarakat.
Melalui objektif multidisiplin yang diusung, Bapak Kukuh Prakoso berharap bahwa pemberian benih ikan tersebut dapat meningkatkan produktivitas aktivitas tambak yang ada di Desa Turunrejo, terlebih karena para petani tambak telah familiar dengan budidaya ikan nila salin yang memiliki potensi besar.
Sebelum kegiatan penurunan benih dilakukan, Kelompok 1 Tim KKN-T 11 Undip telah terlebih dahulu memberikan sosialisasi, praktik, serta penyerahan luaran terkait kepada masyarakat Desa Turunrejo yang menjadi petani tambak ikan. Luaran yang digagas oleh mahasiswa dengan menyasar petani tambak bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi aktivitas budidaya nila salin guna memaksimalkan potensi hasil perikanan di Desa Turunrejo dan mendukung aktivitas tambak yang lebih selaras.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam 2 tahapan, melalui tahap pertama yang diadakan pada tanggal 29 Januari 2026, anggota kelompok menemui perwakilan petani tambak untuk melakukan sosialisasi terkait program kerja dan luaran yang diusung serta menerima respon balik terhadap pelaksanaannya kelak. Para petani tambak di Desa Turunrejo menyuarakan jika mereka menerima inovasi yang diusulkan mahasiswa dan menekankan jika mereka siap terlibat dalam menerima informasi dukungan lainnya.
Kelompok 1 KKN-T Tim 11 selanjutnya mengadakan tindak lanjut program dengan penyerahan luaran bersama petani tambak Desa Turunrejo yang dihasilkan melalui praktik dan riset tentang potensi dan hambatan yang dialami langsung oleh kelompok petani tambak.
Hasil-hasil luaran yang terwujud dalam program ini meliputi pembuatan cairan eco-enzyme untuk kebersihan kolam, cairan fermentasi batang pisang untuk vitamin kolam, pupuk alami berbahan dasar kotoran ternak, budidaya maggot sebagai alternatif pakan ikan, pemasangan plang status tambak dan keselamatan kerja, hingga pemetaan kawasan tambak yang semuanya diterima langsung oleh kelompok petani tambak Desa Turunrejo.
Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T Tim 11 Undip bersama petani tambak Desa Turunrejo diadakan dalam rangka optimalisasi budidaya perikanan ikan nila salin yang merupakan potensi perikana yang ada di Desa Turunrejo. Melalui kolaborasi lintas mitra, petani perikanan tambak di Desa Turunrejo dapat berkembang menjadi kelompok masyarakat yang unggul dan berdaya.

