Akselerasi Literasi Bahasa Internasional: Upaya Mahasiswa KKN UNDIP di Desa Bukur Mengisi Celah Pendidikan di SDN 01 Bukur
JATENG.NET, Pekalongan — Implementasi pendidikan berkualitas mejadi salah satu pilar utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs) Desa pada poin keempat yang menuntut adanya pemerataan akses pengetahuan, termasuk pengusaan bahasa internasional sejak dini.
Namun, realitas di lapangan sering kali menunjukan adanya kesenjangan yang cukup; signifikan antara kebijakan pendidikan nasional dan ketersediaan sumber daya di tingkat desa. Fenomena ini menjadi alasan inisiatif tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, untuk menghadirkan program edokasi bahasa Inggris di SDN 01 Bukur.
Langkah ini diambil setelah melakukan observasi pada pendidikan di Bukur bahwa institusi pendidikan tersebut belu memiliki mata pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulumnya dikarenakan untuk mengajar bahasa Inggris diperlukan tenaga pendidik yang mempunyai latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Ketiadaan mata pelajaran bahasa Inggris di SDN 01 Bukur menjadi hambatan karena perbedaan kurikulum dengan SD di desa lain. Tanpa adanya eksposur bahasa Inggris pada fase golden age atau usia emas pada perkembangan anak, yang dikhawatirkan akan membuat siswa mengalami ketertinggalan literasi saat melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi.
Menanggapi situasi tersebut, kelompok KKN UNDIP Bukur membuat program pengabdian berjudul “English for Fun”. Program ini dirancang untuk memperkenalkan dasar bahasa inggris kepada siswa kelas satu hingga tiga melalui pendekatan yang lebih interaktif.
Materi pembelajaran difokuskan pada empat pilar utama, yaitu pengenalan warna (colors), numerasi dasar satu hingga 20 (numbers), identifikasi benda di lingkungan sekolah (school objects), serta pemahaman kata ganti orang sebagai subjek kalimat(subjects). Untuk menjembatani keterbatasan kosa kata, siswa diajarkan menggunakan metode Total Physical Response (TPR) yang mengkoordinasikan instruksi bahasa dengan gerakan tubuh, serta Game-Based Learning guna membuat asimilasi pengetahuan yang menyenangkan. Pendekatan kinetik ini terbukti efektif dalam mengurangi beban kognitif siswa usia enam hingga sembilan tahun, sehingga pengenealan bahasa asing tidak dianggap sebagai sebuah beban kurikuler yang memberatkan.
Kehadiran program ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah yang selama ini terkendala oleh keterbatasan tenaga pengajar spesialis. Bu Khotijah, tenaga pendidik kelas 1 di SDN 01 Bukur, menyatakan bahwa metode interaktif yang dibawa mahasiswa dibutuhkan oleh para siswa unntuk meningkatkan antusiasme belajar siswa yang sebelumnya belum pernah mendapatkan eksposur bahasa Inggris.
Secara strategis, inisiatif mahasiswa KKN UNDIP di Desa Bukur merupakan upaya nyata dalam meminimalisir kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Dengan memberikan akses terhadap literasi global, mahasiswa berperan aktif dalam membekali generasi muda Desa Bukur. Langkah kecil ini diharapkan menjadi katalisator untuk terciptanya generasi desa yang berwawasan global dan siap untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi.








