Mahasiswa KKN UNDIP Tingkatkan Keselamatan Kerja di Bengkel Desa Wangandowo Lewat Pengadaan Alat K3 dan Edukasi
Desa Wangandowo merupakan desa yang terletak di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, memiliki potensi sektor jasa perbengkelan yang cukup aktif di Dusun Sabaran. Namun, hingga kini masih ditemukan rendahnya kesadaran para pekerja bengkel mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), sehingga risiko kecelakaan kerja saat melakukan perbaikan kendaraan masih tergolong tinggi.
Melihat kondisi tersebut Nabiel Nausal Putra, mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Teknik Mesin Angkatan 2021 yang tergabung dalam Tim KKN 50 yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wangandowo, menggagas program kerja yang berfokus pada kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Melalui inisiatif ini, Nabiel menjalankan program “Edukasi dan Pengadaan Alat K3 pada Bengkel Lokal” yang disesuaikan dengan upaya perlindungan tenaga kerja dan standardisasi keselamatan kerja.
Dalam pelaksanaan program tersebut, mahasiswa melakukan observasi dan dialog langsung dengan pemilik serta pekerja bengkel di wilayah Dusun Sabaran. Ditemukan bahwa banyak pekerja yang sering mengabaikan penggunaan kacamata pelindung saat menggerinda atau sarung tangan saat menangani bahan kimia dan panas, dengan alasan kenyamanan atau kurangnya ketersediaan alat. Sebagai langkah nyata, mahasiswa memberikan bantuan berupa alat K3 dasar untuk mendukung operasional bengkel yang lebih aman.
Salah satu pemilik bengkel yang menjadi sasaran program ini adalah Pak Slamet. Ia menyampaikan bahwa meskipun risiko kerja selalu ada, perlengkapan K3 memang sering kali dianggap remeh oleh para pekerjanya.
“Kadang anak-anak di sini maunya cepat jadi malas pakai pelindung. Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNDIP yang sudah memberikan alat dan mengingatkan kami. Sekarang kami jadi lebih paham kalau keselamatan itu nomor satu supaya bisa terus bekerja,” ujar Pak Slamet (29/01/2026).
Melalui pengadaan alat K3 dan edukasi secara personal ini, diharapkan para pekerja bengkel di Desa Wangandowo dapat lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri saat bekerja. Program ini juga diharapkan mampu meminimalisir angka kecelakaan kerja di tingkat desa, sehingga produktivitas warga tetap terjaga dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional serta aman.






