Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Alat Fermentasi Pupuk Cair, Bantu Warga Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk

Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Alat Fermentasi Pupuk Cair, Bantu Warga Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk

Ukuran Teks:

JATENG.NET, SEMARANGMahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN-T IDBU Tim 12 Kelompok 3 membuat inovasi untuk mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC). Inovasi ini bertujuan membantu warga mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

KKNT-IDBU Universitas Diponegoro Tim 12 Kelompok 3 ini dilaksanakan pada Minggu (20/07/2025) di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum., M. Hum dan Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum. Dengan mengangkat tema β€œInovasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Pemberdayaan Warga,” mahasiswa tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga langsung membuat dan memperlihatkan prototipe pengolah sampah dapur kepada masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi dari program pemberdayaan warga dalam pengelolaan sampah organik, Tim 12 Kelompok 3 KKNT-IDBU Universitas Diponegoro mengadakan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) di hadapan ibu-ibu PKK. Kegiatan ini memperkenalkan proses fermentasi limbah dapur menggunakan media sederhana berbasis tong tertutup, yang dirancang agar mudah digunakan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Alat Fermentasi Pupuk Cair, Bantu Warga Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk
Mahasiswa Universitas Diponegoro dari Tim 12 Kelompok 3 KKNT-IDBU menunjukkan proses pembuatan pupuk organik cair (POC) kepada ibu-ibu PKK menggunakan alat pengolah sampah dapur berbasis tong tertutup.

Dalam praktiknya, sisa buah dan sayuran dicampur dengan larutan air beras, gula merah, EM4 dan difermentasi dalam wadah tertutup yang telah dilengkapi pengaduk manual, saringan internal, saluran pembuangan, dan keran penyalur. Seluruh proses dilakukan tanpa memerlukan listrik, sehingga metode ini tidak hanya efisien dan hemat energi, tetapi juga higienis dan ramah lingkungan.

Demonstrasi ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada peserta mengenai tahapan pembuatan POC, mulai dari pemilihan bahan organik, proses pencampuran, hingga cara penyimpanan hasil akhir. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, untuk mulai mengelola sampah dapur secara mandiri serta memanfaatkan hasilnya untuk perawatan tanaman di pekarangan rumah.

Selain demonstrasi praktik, mahasiswa juga menyusun dan membagikan booklet informatif yang disusun dalam format cetak maupun digital. Booklet ini tidak hanya memuat panduan langkah-langkah pembuatan pupuk organik cair hingga cara pengaplikasian tetapi juga dilengkapi dengan materi pendukung seperti strategi pemasaran sederhana, regulasi hukum yang relevan dalam distribusi produk lingkungan, serta pengenalan budaya Jepang yang berkaitan dengan konsep keberlanjutan dan pertanian organik.

Materi ini disusun untuk memperluas wawasan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama kegiatan, dengan harapan dapat mendorong lahirnya inisiatif lokal dalam pengolahan dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Melalui booklet tersebut, para peserta dibekali dengan pengetahuan praktis yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga memiliki nilai budaya dan edukatif, serta dapat digunakan kembali secara mandiri atau dibagikan kepada komunitas lain melalui pemindaian QR code yang telah disediakan.

Inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan solusi yang bermanfaat dan bisa diterapkan di banyak tempat. Pendekatan seperti ini penting, apalagi di tengah persoalan sampah dan perubahan iklim yang terus berkembang.

 

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan