Mahasiswi KKN-T UNISVET Gelar Edukasi dan Advokasi Open Trip Kereta Kencana untuk Rute Wisata Situs Perahu Kuno

Foto Bersama Setelah Melaksanakan Diskusi. Mahasiswi KKN-T Unisvet membuka ruang diskusi untuk membahas penguatan rute wisata budaya lokal melalui open trip kereta kencana.

JATENG.NET, REMBANG — Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi wisata budaya dan sejarah. Salah satu program yang diinisiasi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Undip–Unisvet adalah Edukasi dan Advokasi Open Trip Kereta Kencana yang menghubungkan destinasi populer Karang Jahe Beach (KJB) dengan Situs Perahu Kuno Punjulharjo. Program ini berfokus pada penyusunan sistem koordinasi perjalanan wisata agar lebih teratur, terarah, dan berkelanjutan.

Kegiatan dilaksanakan melalui forum diskusi pada Senin, 28 Juli 2025, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Desa Punjulharjo, BUMDes, pengelola wisata Karang Jahe Beach, pengelola Situs Perahu Kuno, serta perwakilan pengemudi kereta kencana. Forum ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala, sekaligus merumuskan solusi bersama dalam pengembangan rute wisata KJB – Situs Perahu Kuno.

Dari hasil diskusi, disepakati pola koordinasi antara pengemudi odong-odong dan pengelola situs. Skema ini memastikan wisatawan tetap dapat berkunjung meskipun jam operasional situs terbatas, dengan tetap menempatkan pengelola situs sebagai pihak yang memberikan penjelasan sejarah kepada pengunjung. Pengemudi berperan sebagai penghubung yang memastikan akses dan perjalanan wisata berjalan lancar. Selain itu, forum juga menyetujui strategi promosi bersama, seperti penyediaan brosur di loket KJB, pemasangan banner di titik-titik strategis, hingga pembuatan konten digital untuk media sosial.

Dalam forum tersebut juga disepakati penggunaan peta rute wisata yang telah disusun oleh anggota KKN lainnya sebagai panduan perjalanan. Peta ini tidak hanya memudahkan wisatawan memahami alur kunjungan, tetapi juga berfungsi sebagai alat promosi yang memperjelas potensi wisata budaya Desa Punjulharjo. Lebih jauh, identifikasi terhadap pengemudi odong-odong yang aktif menggunakan media sosial membuka peluang mereka untuk dilibatkan sebagai agen promosi digital desa.

Program edukasi dan advokasi open trip ini menghasilkan inovasi berupa sistem kolaborasi baru, bukan berupa produk fisik. Kolaborasi tersebut melibatkan pengemudi odong-odong, pengelola situs, BUMDes, dan pihak wisata KJB untuk bersama-sama mendukung keberlanjutan rute budaya. Harapannya, sistem ini mampu memperkuat peran masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata, menjamin kesinambungan kunjungan wisatawan, serta mendukung promosi Desa Punjulharjo sebagai destinasi berbasis warisan budaya.