Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13 Edukasi Siswa MTS Sudirman Kawengen Waspada Bahaya Cyberbullying

Tim mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 13 berfoto bersama para siswa MTS Sudirman Kawengen usai pelaksanaan sosialisasi pencegahan cyberbullying di Desa Kawengen, Kabupaten Semarang.

JATENG.NET, Kabupaten Semarang — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kelompok 13 Desa Kawengen, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang cyberbullying bagi para siswa MTS Sudirman Kawengen. Kegiatan ini dilakukan karena semakin banyaknya penggunaan media elektronik dan risiko kekerasan digital yang terjadi di kalangan remaja.

Dalam materi yang disampaikan, para mahasiswa KKN UPGRIS menjelaskan bahwa cyberbullying adalah bentuk kekerasan yang disengaja melalui media elektronik seperti komputer maupun handphone. Tujuan dari tindakan ini adalah menakuti, membuat marah, atau mempermalukan sasaran. Contoh perilaku seperti menyebar berita palsu, mengirim pesan ancaman, membuat akun palsu, hingga mencuri identitas termasuk dalam kategori ini.

Ketua Panitia sosialisasi cyberbullying, dalam sambutannya, menekankan pentingnya kesadaran digital bagi para siswa. “Dunia maya memiliki risiko yang unik karena pelakunya seringkali anonim dan jejak digitalnya sulit dihapus. Kami ingin para siswa di MTS Sudirman Kawengen lebih bijak dalam menggunakan media sosial, berani melaporkan jika menjadi korban, dan selalu menghargai orang lain meskipun di dunia digital,” katanya.

Selain itu, sosialisasi ini juga menjelaskan dampak serius yang bisa terjadi pada korban. Mulai dari masalah kesehatan mental seperti merasa sedih atau marah, hingga menurunnya prestasi belajar karena takut pergi ke sekolah. Sementara itu, bagi pelaku, tindakan ini bisa berujung pada sanksi disiplin sekolah hingga konsekuensi hukum.

Sebagai langkah pencegahan, para siswa diberikan tips aman berinternet, antara lain:

  • Memilih teman secara hati-hati hanya dengan orang yang sudah dikenal.
  • Berhati-hati saat mengunggah foto, video, atau menulis komentar.
  • Melindungi data pribadi dan privasi dengan baik.

Jika terjadi perundungan, mahasiswa menyarankan para siswa untuk menyimpan bukti melalui tangkapan layar, memblokir akun pelaku, dan mencari bantuan dari orang dewasa atau lembaga terkait.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para siswa MTS Sudirman Kawengen bisa menjadi generasi yang cerdas dan beretika dalam menggunakan teknologi digital.