Mahasiswa KKN Universitas Ivet Semarang Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Plembon, Delanggu
JATENG.NET, KLATEN – Mahasiswi Universitas Ivet Semarang yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri di RT 04 Desa Plembon, Kel. Kepanjen, Kec. Delanggu, Kab. Klaten. Iza Anca Fanani dari jurusan RPL PG PAUD dengan NPM 2624130001 mengadakan program pengabdian masyarakat Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan QRIS dan Pemetaan Lokasi di Google Maps. Program ini diadakan selama satu minggu pada bulan September 2025 bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi perkembangan di era digital.
Program KKN ini menitikberatkan pada dua aktivitas utama. Pertama, membantu UMKM untuk mendapatkan QRIS sebagai sarana pembayaran digital. Kedua, memberikan pendampingan pendaftaran usaha ke Google Business Profile agar konsumen bisa menemukan alamat di Google Maps. Dengan QRIS, UMKM tidak perlu lagi bergantung pada pembayaran tunai. Sementara itu, adanya di Google Maps memudahkan akses konsumen terhadap usaha mereka, baik dari dalam desa maupun luar daerah.

Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswi Universitas Ivet Semarang berkolaborasi dengan ketua RT 04 Desa Plembon dan pelaku UMKM di daerah tersebut. Ketua RT 04 mendukung insiatif itu. “Kami merasa sangat terbantu oleh program KKN ini. Masyarakat semakin memahami teknologi dan bisnis kecil dapat tumbuh,” katanya. Pelaku UMKM pun terlibat secara langsung dalam praktik. Mereka mendapatkan bimbingan individual agar sepenuhnya memahami cara memanfaatkan QRIS dan bagaimana mengoperasikan akun Google Maps untuk usaha mereka.
Kegiatan dilaksanakan di RT 04 Desa Plembon, Kel. Kepanjen, Kec. Delanggu, Kab. Klaten. Sosialisasi dilaksanakan secara desentralisasi, yaitu melalui metode door to door. Mahasiswa mengunjungi rumah dan lokasi usaha warga untuk memberikan penjelasan dan juga praktik langsung. Program ini diadakan selama satu minggu. Hari pertama dimulai dengan berkoordinasi bersama ketua RT 04. Hari kedua sampai keempat dimanfaatkan untuk sosialisasi door to door. Hari kelima dan keenam difokuskan pada bantuan teknis pembuatan QRIS serta pemetaan usaha di Google Maps. Hari ketujuh ditutup dengan monitoring awal dan evaluasi yang sederhana.
UMKM adalah salah satu elemen vital dalam perekonomian desa. Akan tetapi, banyak pelaku usaha di daerah pedesaan masih belum memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital. Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih aman, cepat, dan otomatis terekam. Sementara itu, keberadaan usaha di Google Maps membantu meningkatkan jangkauan pasar, karena konsumen dapat dengan mudah menemukan lokasi usaha “Pada awalnya, kami mengira bahwa pembayaran digital itu rumit”. “Setelah mendapatkan bimbingan, ternyata sangat mudah dan berguna,” kata salah satu pelaku UMKM
Metode yang digunakan sederhana namun efektif. Mahasiswa KKN melakukan pendekatan langsung melalui kunjungan door to door. Setiap pelaku usaha diberikan penjelasan, kemudian dibimbing mengunduh aplikasi Go-Pay Merchant untuk mendaftar QRIS. Pada saat yang sama, usaha mereka didaftarkan ke Google Maps. Informasi dasar seperti nama usaha, alamat, nomor telepon, jam operasional, dan foto ditambahkan agar lebih menarik. Setelah diverifikasi, usaha tersebut resmi muncul di pencarian Google.

Meski hanya sepekan, program ini menghasilkan pengaruh yang baik. UMKM berhasil melakukan transaksi dengan QRIS, sementara usaha yang baru terdaftar di Google Maps mulai mendapatkan kunjungan dari konsumen. Mahasiswi juga memperoleh pengalaman penting dengan menyaksikan langsung situasi di lapangan. Mereka memahami bahwa digitalisasi UMKM bukan hanya konsep, tetapi bisa diawali dengan tindakan kecil yang praktis
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di Desa Plembon untuk lebih mandiri dalam memanfaatkan teknologi. Kedepannya, masyarakat dapat terus menggunakan QRIS dan memperbarui profil bisnis di Google Maps secara mandiri. “Langkah kecil ini menjadi pintu gerbang besar bagi komunitas desa.” “Harapan kami adalah agar program seperti ini berlanjut, sehingga UMKM dapat lebih kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Iza Anca Fanani, mahasiswi peserta KKN.






