Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Tim Penggerak PKK Desa Duyungan Kenali Kandungan Garam dalam Produk Pangan

Penyampaian Materi pada Kegiatan Tim Penggerak PKK

 

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Tim Penggerak PKK Desa Duyungan Kenali Kandungan Garam dalam Produk Pangan

Desa Duyungan, Sragen (21/07/2026) — Kesadaran terhadap konsumsi garam menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, karena garam merupakan salah satu bumbu dapur yang paling sering digunakan dalam memasak makanan. Garam mengandung zat natrium yang merupakan salah satu faktor utama yang berpotensi menyebabkan hipertensi, sehingga mengonsumsi garam tanpa kontrol akan meningkatkan risiko hipertensi. Zufria Farhatin Kamalia, anggota KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan edukasi berjudul “Kimia di Balik Hipertensi: Edukasi Kandungan Garam dalam Produk Pangan sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi”.

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Duyungan tersebut mengajak peserta untuk mampu mengenali/mengidentifikasi kandungan garam atau natrium yang terdapat dalam berbagai produk pangan. Edukasi diberikan sebagai langkah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan asupan garam dalam pola konsumsi sehari-hari.

Selama ini, banyak orang menganggap natrium dalam garam identik dengan garam dapur yang digunakan saat memasak. Pada kenyataannya, natrium juga dapat ditemukan dalam berbagai produk pangan, termasuk makanan kemasan. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai kandungan natrium pada makanan menjadi penting, terutama dalam menentukan pilihan pangan sehari-hari.

Penyampaian Materi

Melalui media PowerPoint (PPT), pemateri menyampaikan materi mengenai keterkaitan konsumsi garam dengan risiko hipertensi serta sumber natrium yang dapat ditemukan dalam produk pangan. Pemateri juga menyampaikan Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan makanan sebagai salah satu cara untuk mengetahui seberapa banyak kandungan natrium sebelum mengonsumsi suatu produk.

Penyampaian materi tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga mengajak peserta untuk menghubungkan materi dengan kebiasaan konsumsi yang dilakukan sehari-hari. Mengarahkan untuk lebih cermat dalam membaca label pangan dan memperhatikan kandungan natrium ketika memilih makanan maupun minuman kemasan.

Pembagian Leaflet

Selain pemaparan materi, pemateri juga membagikan leaflet kepada peserta. Media tersebut berisi informasi penting mengenai kandungan garam dalam produk pangan, bagaimana natrium meningkatkan risiko hipertensi, dan cara mengenali kandungan natrium pada label kemasan. Dengan adanya leaflet, informasi yang diperoleh selama sosialisasi dapat dibawa pulang dan dibaca kembali oleh peserta.

Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran untuk memperhatikan kandungan natrium dan membaca Informasi Nilai Gizi diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk pangan sebagai salah satu langkah sederhana dalam menjaga kesehatan dan mencegah hipertensi.

  • Zufria Farhatin Kamalia
  • Mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!