Mahasiswa KKN-T UNDIP Dampingi UMKM RW 06 Langensari dalam Penerapan QRIS dan Edukasi Retribusi melalui Program PMM Kemdiktisaintek 2025

Pendampingan penerapan QRIS dan edukasi retribusi.

JATENG.NET, SEMARANGMahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan KKN Tematik di Kelurahan Langensari sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kemdiktisaintek 2025. Kegiatan ini mengangkat tema Gerakan Masyarakat Berdaya: Penguatan Peran PKK dan Karang Taruna melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek Tahun 2025, dan berfokus pada inovasi, ekonomi, dan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan serta pengentasan kemiskinan.

Mahasiswa KKN Undip melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di RW 06 Kelurahan Langensari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung dalam penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya retribusi UMKM bagi keberlangsungan usaha dan kontribusi ekonomi daerah.

Digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dinilai sangat penting di tengah perkembangan teknologi saat ini. QRIS memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital hanya dengan satu kode QR, sehingga lebih praktis, cepat, dan aman. Mahasiswa KKN-T Dikti UNDIP hadir untuk membantu para pelaku UMKM di Langensari memahami cara mendaftarkan usaha mereka pada sistem QRIS serta mendampingi proses penggunaan aplikasinya dalam transaksi sehari-hari. Pendampingan ini sekaligus menjadi langkah awal agar UMKM dapat beradaptasi dengan kebutuhan konsumen modern yang semakin terbiasa melakukan pembayaran nontunai.

Selain itu, mahasiswa KKN-T juga memberikan edukasi mengenai retribusi UMKM. Materi ini disampaikan untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya retribusi sebagai bentuk kewajiban yang memiliki manfaat langsung bagi pembangunan lingkungan usaha mereka sendiri. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan para pelaku UMKM tidak hanya fokus pada pertumbuhan keuntungan semata, tetapi juga turut berkontribusi pada kemajuan bersama di tingkat lokal.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM RW 06. Banyak di antara mereka yang sebelumnya belum memahami cara kerja QRIS merasa terbantu dengan adanya pendampingan langsung, terutama dalam proses registrasi dan uji coba transaksi. Tidak sedikit pula yang menyampaikan bahwa metode pembayaran digital ini akan memudahkan mereka memperluas jangkauan pelanggan, khususnya generasi muda yang lebih gemar menggunakan aplikasi keuangan digital.

Program yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Dikti UNDIP ini menunjukkan sinergi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong UMKM naik kelas. Dengan adanya pemahaman baru mengenai pembayaran digital serta kesadaran tentang pentingnya retribusi, UMKM di RW 06 Langensari diharapkan semakin siap menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Kegiatan ini dijalankan oleh Tim Pelaksana yang terdiri atas Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn. (Universitas Diponegoro), Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. (Universitas Diponegoro), dan Dr. Martien Herna Susanti, S.Sos., M.Si. (Universitas Negeri Semarang). Sebagai penutup, tim PMM UNDIP menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Republik Indonesia atas dukungan dan pendanaan yang diberikan melalui kontrak pelaksanaan kegiatan nomor 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan 360-14/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).