Mahasiswa KKN-R Undip Hadirkan Bank Sampah Berbasis 3R di Desa Gringgingsari

Batang, 18 Agustus 2026. Mahasiswa KKN R UNDIP Tim II Desa Gringgingsari melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Program bertajuk “Mewujudkan Desa Gringgingsari yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R” ini menjadi salah satu program unggulan selama pelaksanaan KKN. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendorong pemahaman masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah serta memperkenalkan Bank Sampah sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Program diawali dengan sosialisasi pada 2 Agustus 2026 di Balai Desa Gringgingsari yang diikuti sekitar 50 peserta. Materi yang diberikan mencakup pengertian sampah, konsep 3R, penerapan Reduce, Reuse, dan Recycle, konsep Bank Sampah, jenis sampah yang dapat dikumpulkan, cara pemilahan, serta mekanisme penyetoran sampah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh informasi mengenai langkah pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Sebelum program berjalan, Desa Gringgingsari belum memiliki Bank Sampah dan pemilahan sampah belum diterapkan secara terorganisasi. Berdasarkan hasil pengamatan tim, sampah yang ditemukan di lingkungan desa didominasi oleh sampah plastik. Sebagian masyarakat sebelumnya mengumpulkan sampah di satu tempat dan membakarnya sebagai salah satu cara pengelolaan sampah rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim KKN untuk memperkenalkan alternatif pengelolaan melalui Bank Sampah.

Setelah sosialisasi, tim KKN membuat Bank Sampah pada 3 sampai 10 Agustus 2026. Program ini memanfaatkan galon bekas yang digunakan selama pelaksanaan KKN sebagai bahan utama. Galon dipotong menjadi dua bagian dan dimodifikasi menggunakan mesh PVC untuk memperpanjang dimensinya hingga sekitar satu meter. Bagian-bagian tersebut kemudian disambungkan menggunakan kawat, disolder, dicat, dan diberi stiker identitas Bank Sampah.

Modifikasi tersebut menghasilkan wadah dengan ruang tampung yang lebih panjang sehingga dapat menampung lebih banyak sampah. Sebelum dimasukkan ke dalam Bank Sampah, masyarakat diarahkan untuk meremukkan botol plastik agar ruang penyimpanan dapat digunakan secara lebih efisien. Pemanfaatan galon bekas sebagai bahan dasar juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Reuse melalui penggunaan kembali material yang masih dapat dimanfaatkan.

Bank Sampah kemudian diresmikan pada 11 Agustus 2026 oleh Kepala Dukuh Gringgingsari sebagai perwakilan Kepala Desa. Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, ketua RT, guru, PKK, karang taruna, dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tim KKN turut menjelaskan buku saku Bank Sampah serta mekanisme pengelolaan dan pencatatan hasil penyetoran sampah.

Buku saku yang disiapkan tim memuat informasi mengenai jenis dan harga sampah seperti botol, kaleng, dan gelas plastik dalam satuan kilogram. Buku tersebut juga memuat mekanisme pemilahan, nomor pengepul, serta kolom tanggal pengambilan dan paraf pengepul. Mekanisme ini dirancang untuk membantu penanggung jawab melakukan pencatatan pengambilan sampah dan menjaga keteraturan administrasi Bank Sampah.

Pada 15 Agustus 2026, Bank Sampah diberikan kepada 11 RT dan 3 SD di Desa Gringgingsari. Penyerahan dilakukan kepada penanggung jawab masing-masing RT dan sekolah. Pada saat penyerahan, tim KKN kembali menjelaskan cara penggunaan Bank Sampah, jenis sampah yang dapat dikumpulkan, serta penggunaan buku saku sebagai panduan pengelolaan.

Sampah yang dikumpulkan meliputi botol plastik, kaleng, dan botol atau gelas mineral. Ketika sampah telah terkumpul dalam jumlah yang cukup, penanggung jawab dapat menghubungi pengepul melalui nomor yang tersedia dalam buku saku. Tim juga menyiapkan komunikasi antara penanggung jawab RT dan SD dengan pengepul untuk mempermudah koordinasi jadwal pengambilan sampah.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Setelah Bank Sampah diberikan, masing-masing RT mulai menggunakan wadah yang telah disediakan. Berdasarkan pengamatan tim, volume sampah plastik yang terlihat di jalan dan selokan juga berkurang setelah program mulai diterapkan.

Selain program pengelolaan sampah, KKN R UNDIP Tim II Desa Gringgingsari juga melaksanakan program peningkatan kesadaran dan perlindungan masyarakat terhadap pelecehan dan kekerasan seksual. Program tersebut diwujudkan melalui media edukasi berupa enam poster yang dibuat pada 24 Juli 2026 dan dipasang pada 27 Juli 2026. Poster membawa pesan “Kenali, Tolak, dan Laporkan” dengan sasaran remaja, anak usia dini, dan anak sekolah.

Poster dipasang di beberapa lokasi yang mudah dijangkau dan sering dilalui masyarakat, yaitu Balai Desa, Poskamling, TK, MI, dan Puskesmas Desa. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan tingkat akses masyarakat terhadap tempat-tempat tersebut. Dalam pelaksanaannya, masyarakat turut memberikan rekomendasi mengenai lokasi pemasangan poster. Media edukasi tersebut mendapat respons baik dan akan tetap dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.

Selama periode KKN pada 7 Juli sampai 18 Agustus 2026, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut meliputi tahlilan, tasyakuran, kerja bakti, mengajar di sekolah, rapat warga, rapat bersama karang taruna, dan rutinan Jumat Pon. Keterlibatan mahasiswa dilakukan bersama masyarakat sebagai bagian dari proses berbaur dan membangun komunikasi dengan warga Desa Gringgingsari.

Dalam kegiatan kerja bakti, mahasiswa bersama warga terlibat dalam persiapan perayaan HUT Kemerdekaan RI. Mahasiswa juga bekerja sama dengan karang taruna dalam kegiatan persiapan yang berlangsung pada 1 sampai 17 Agustus 2026. Pada kegiatan tahlilan, mahasiswa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir dari satu RT ke RT lainnya dengan cakupan wilayah tiga dukuh, yaitu Gringgingsari, Ketawansari, dan Ujungsari.

Mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan posyandu dengan membantu penimbangan bayi serta mendukung skrining kesehatan lansia berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Selain itu, mahasiswa turut mendukung tim sepak bola lokal desa dan mengikuti kegiatan makan bersama karang taruna. Sebagian besar kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut melibatkan seluruh anggota KKN R UNDIP Tim II Desa Gringgingsari.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan desa, mahasiswa dapat memahami kondisi kehidupan masyarakat, membangun komunikasi dengan berbagai kelompok warga, serta mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai keberlanjutan desa. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses KKN dalam mendorong kontribusi mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian program tersebut, KKN R UNDIP Tim II Desa Gringgingsari berupaya mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan lingkungan, edukasi, dan keterlibatan sosial. Program Bank Sampah menjadi salah satu upaya yang diarahkan untuk dapat dilanjutkan oleh masyarakat melalui penggunaan Bank Sampah di masing-masing RT dan sekolah. Dengan adanya fasilitas, buku saku, dan mekanisme pengelolaan yang telah diperkenalkan, masyarakat memiliki dasar untuk melanjutkan pengelolaan sampah secara lebih terarah setelah periode KKN berakhir.

Josua Kevin Manalu
KKN R UNDIP Tim II Desa Gringgingsari
DPL: Muhammad Lutfie Fadhilah, S.P., M.Si.

  • Josua Kevin Manalu
  • Mahasiswa Program Studi Oseanografi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!