Mahasiswa Kelompok 21 KKN Tematik UPGRIS Gelar Kelas Membaca untuk Siswa SDN Kalisidi 01
JATENG.NET, KAB. SEMARANG — Pada hari Senin, 15 September 2025, Kelompok 21 KKN Tematik Universitas PGRI Semarang yang bertugas di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, melaksanakan program Kelas Membaca di SDN Kalisidi 01. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa yang dianggap kurang tanggap dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Pelaksanaan dilakukan sepulang sekolah dengan tujuan memberikan pendampingan tambahan agar siswa dapat lebih memahami bacaan dan meningkatkan kemampuan literasi mereka.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mendampingi siswa secara langsung melalui metode membaca bersama, latihan membaca nyaring, serta pemahaman isi bacaan. Selain itu, diberikan pula pendekatan interaktif berupa permainan edukatif dan diskusi ringan agar siswa lebih termotivasi dan tidak merasa jenuh.
Kegiatan kelas membaca di SDN Kalisidi 01 mendapat respon positif dari para siswa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya dilatih membaca, tetapi juga dibimbing untuk memahami makna bacaan, sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan bermanfaat.
Melalui program ini, diharapkan kemampuan literasi siswa di SDN Kalisidi 01 dapat semakin meningkat, khususnya bagi mereka yang memerlukan perhatian lebih dalam proses belajar. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Desa Kalisidi.
Tujuan dari kegiatan kelas membaca adalah membantu siswa yang masih kurang tanggap dalam pembelajaran agar mampu meningkatkan keterampilan literasi dasar, khususnya dalam membaca dengan lancar, memahami isi bacaan, serta membangun kebiasaan belajar yang lebih terarah. Melalui pendampingan tambahan, siswa diharapkan dapat terbantu untuk mengatasi kesulitan membaca sehingga mampu mengikuti pelajaran di sekolah dengan lebih baik.
Manfaat dari kelas membaca adalah memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih membaca dalam suasana yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam memahami bacaan. Dengan meningkatnya kemampuan literasi, siswa tidak hanya mampu mengikuti pelajaran dengan lebih optimal, tetapi juga memiliki dasar yang kuat untuk mengembangkan keterampilan belajar lainnya.






