Dari Limbah ke Pasar Outdoor: GENARI Inovasi Mahasiswa Undip Bawa Bahan Bakar Padat Menjangkau Semarang
Di antara rak carrier, jaket gunung, kompor portabel, dan perlengkapan camping, sebuah kotak hijau-krem bertuliskan GENARI mulai diperkenalkan kepada pelaku usaha outdoor di Semarang. Langkah tersebut membawa tim GENARI menjangkau sejumlah pelaku usaha perlengkapan dan jasa outdoor, mulai dari GEARPIN Outdoor Semarang, Kedai Jelajah Bulusan, Toko Camping Sumurboto, hingga Elnino Adventure Rental Camping. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya tim memperkenalkan GENARI sekaligus melihat bagaimana produk ini diterima oleh pelaku usaha outdoor.
Langkah lapangan tersebut datang setelah GENARI diluncurkan kepada publik melalui Instagram Live dan TikTok Live pada 23 Juli 2026. Dari sana, inovasi yang sebelumnya tumbuh melalui kegiatan laboratorium dan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) mulai diuji relevansinya di lingkungan yang paling dekat dengan calon pengguna, yaitu komunitas dan pelaku usaha aktivitas luar ruang.
GENARI, singkatan dari Geni Lestari, dikembangkan sebagai bahan bakar padat bioetanol berbentuk tablet untuk membantu kebutuhan memasak dan pemanasan sederhana saat camping, hiking, piknik, kegiatan kepramukaan, maupun kondisi darurat. Desain kemasan prototipe memuat 12 tablet dengan bobot masing-masing 15 gram, dengan target durasi nyala sekitar 15 menit per tablet.
|
“GENARI kami kembangkan bukan hanya sebagai produk bahan bakar padat, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan bahwa limbah organik masih dapat memiliki nilai guna. Setelah peluncuran, fokus kami adalah membantu masyarakat memahami fungsi, cara penggunaan, dan aspek keselamatannya.” — Bayu Saputra, Ketua Tim GENARI |
Sisa biomassa sebagai titik awal
Gagasan GENARI berangkat dari upaya mempertemukan dua kebutuhan, yaitu pengelolaan sisa biomassa dan energi portabel. Limbah buah dan molase tebu digunakan dalam proses produksi bioetanol, sedangkan cangkang telur diolah sebagai bagian dari komponen pemadat. Visual produk GENARI juga menjelaskan pemanfaatan cangkang telur sebagai bahan baku pembuatan kalsium asetat yang digunakan dalam formulasi padat.
Pendekatan tersebut menempatkan limbah sebagai sumber daya yang dapat kembali masuk ke rantai produksi. Bagi tim, ekonomi sirkular tidak berhenti sebagai slogan. Gagasan itu diartikan melalui pencarian pemasok, pencatatan mutu, pengembangan produk, dan upaya menemukan penggunaan yang relevan di masyarakat.
Sebagai konteks, data World Integrated Trade Solution (WITS) yang dirujuk dalam berkas pengembangan GENARI mencatat Indonesia mengimpor 8.468.390 kilogram parafin dengan kadar minyak di bawah 0,75 persen pada 2024. Angka tersebut tidak menjadikan GENARI sebagai pengganti langsung LPG atau parafin secara nasional, tetapi memperlihatkan ruang bagi pengembangan pilihan energi portabel berbasis sumber daya lokal.
Dari proposal menuju produk
GENARI dikembangkan melalui PKM-K 2026. Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro mencatat proposal yang diketuai Bayu Saputra sebagai salah satu dari 11 tim fakultas yang menerima pendanaan PKM tingkat nasional. Pendanaan itu kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian kerja yang lebih konkret, yaitu persiapan bahan baku, produksi, uji coba, pengemasan, pembangunan jaringan pemasok, pemasaran digital, dan pencatatan perkembangan program.
Foto proses formulasi tidak dipublikasikan untuk menjaga kerahasiaan komposisi, tetapi dokumentasi produk, penyalaan, peluncuran daring, dan pengenalan pasar disiapkan untuk kebutuhan komunikasi. Batas antara informasi yang bisa dipublikasikan dan formula yang perlu dijaga menjadi bagian dari upaya tim menyeimbangkan keterbukaan dengan perlindungan pengembangan produk.
Lima mahasiswa, empat disiplin
Bayu Saputra dari Kimia bertindak sebagai ketua tim sekaligus Chief Executive Officer (CEO), mengoordinasikan program dan penyusunan laporan.
Muhammad Daffa Amru dari Teknik Industri menjadi Chief Operating Officer (COO), menangani operasi, rantai pasok, pencatatan produksi, dan analisis kebutuhan bisnis.
Cyrilla Nadya Azizah dari Kimia berperan sebagai Chief Product Officer (CPO), mengawal pembuatan produk, pengemasan, serta kepatuhan proses terhadap parameter quality control.
Rafa Tamlikha Efendi dari Akuntansi menjadi Chief Financial Officer (CFO), menangani pencatatan, proyeksi, target, dan evaluasi keuangan.
Nafisa Auliana Putri Andini dari Teknologi Pangan berperan sebagai Chief Marketing Officer (CMO), mengelola konten, iklan, marketplace, hubungan publik, desain, dan distribusi.
Tim didampingi Nor Basid Adiwibawa Prasetya, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Kimia FSM Undip. Komposisi lintas disiplin membuat formulasi, operasi, biaya, kemasan, komunikasi, dan jalur pasar dibangun secara beriringan.
“Nilai penting program ini terletak pada proses pengembangannya yang lintas disiplin dan terukur. Mahasiswa tidak berhenti pada formulasi, tetapi juga memperhatikan pengendalian mutu, komunikasi kepada pengguna, pasokan bahan baku, dan keberlanjutan usaha.”
— Nor Basid Adiwibawa Prasetya, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dosen Pendamping
Dari laboratorium menuju pasar outdoor
Di sisi hulu, tim membangun jejaring bahan baku dengan unit penyedia makanan, usaha jus, pelaku usaha roti, dan pemasok molase. Di sisi hilir, arah program bergerak menuju validasi penggunaan dan pengenalan pasar. Berkas monitoring menyebut User Acceptance Testing sebagai salah satu cara yang direncanakan untuk membaca pengalaman pengguna secara langsung.
Dokumentasi lapangan yang dilampirkan memperkuat arah tersebut. Produk diperkenalkan dalam lingkungan usaha outdoor yang memiliki kedekatan dengan kebutuhan camping, pendakian, dan kompor portabel. Empat lokasi yang muncul dalam dokumentasi adalah GEARPIN Outdoor Semarang, Kedai Jelajah Bulusan, Toko Camping Sumurboto, dan Elnino Adventure Rental Camping.
Dokumentasi pengenalan pasar di Semarang
Dokumentasi berikut memperlihatkan GENARI dibawa ke titik usaha yang berkaitan dengan aktivitas luar ruang.
Mutu lebih penting daripada klaim
Di tengah upaya mengenalkan produk, tim menempatkan pembuktian kinerja sebagai pekerjaan yang tidak boleh dilompati. Quality control internal dilakukan pada bahan baku, proses fermentasi, produk akhir, dan kemasan. Rencana pengujian mencakup ignition time, stabilitas nyala api, water boiling test, kadar air, pembentukan jelaga, dan nilai kalor.
Materi monitoring menyebut pengamatan pembakaran internal tidak menunjukkan jelaga hitam. Roadmap program juga memuat pengurusan Nomor Induk Berusaha, merek, Hak Kekayaan Intelektual, dan sertifikasi relevan. Sikap hati-hati ini penting karena GENARI masih berada pada fase pengembangan produk dan validasi pasar.
Media sosial sebagai ruang edukasi
Bagi tim, kanal digital tidak hanya berfungsi sebagai etalase penjualan. Konten “Kenapa Harus GENARI?” digunakan untuk menjelaskan latar belakang produk, sedangkan “Starter Pack Outdoor Adventure” menempatkan bahan bakar dalam konteks perlengkapan luar ruang. Mini games “TTS Anak Outdoor” dipakai untuk mendorong interaksi dengan istilah yang dekat dengan camping dan hiking.
Panduan penggunaan yang disusun tim menekankan pemakaian di tungku atau permukaan yang stabil dan tahan panas, penyalaan dari bagian atas, penggunaan pada area dengan sirkulasi udara yang baik, serta memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Materi monitoring internal juga mencatat kampanye konten media sosial GENARI memperoleh lebih dari 40.000 tayangan.
Kanal resmi yang tercantum dalam berkas meliputi website GENARI, Instagram @genari.solidfuel, TikTok @genari.solidfuel, Tokopedia, dan Linktree.
Langkah setelah peluncuran
Peluncuran 23 Juli bukan titik akhir. Berkas pengembangan GENARI menempatkan konsistensi produksi, pencatatan umpan balik, perluasan jejaring, quality control, legalitas, dan pengembangan usaha sebagai pekerjaan lanjutan. Artinya, pekerjaan terbesar justru berada setelah perhatian awal muncul, yaitu memastikan produk dapat dibuat konsisten, dipahami dengan benar, dan digunakan secara aman.
GENARI juga belum diposisikan sebagai pengganti langsung LPG rumah tangga dalam skala nasional. Tim memilih ceruk yang lebih realistis, yakni energi portabel untuk aktivitas outdoor, agar produk dapat diuji pada kebutuhan yang jelas dan kelompok pengguna yang mampu memberi umpan balik kontekstual.
Di titik inilah feature GENARI menjadi lebih dari kisah sebuah tablet yang menyala. Ia merekam pertemuan antara limbah organik, eksperimen mahasiswa, disiplin pengendalian mutu, komunikasi digital, dan pembacaan pasar. Nyala kecil di atas tungku tahan panas belum menjawab seluruh persoalan energi, tetapi menunjukkan satu cara melihat sisa buah dan cangkang telur bukan sebagai akhir dari rantai konsumsi, melainkan sebagai kemungkinan awal bagi bahan baku baru.
Tentang GENARI
GENARI atau Geni Lestari merupakan inovasi bahan bakar padat bioetanol berbasis biomassa yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro melalui PKM-K 2026. Produk berbentuk tablet ini memanfaatkan limbah buah, molase tebu, dan limbah cangkang telur untuk kebutuhan energi portabel pada aktivitas luar ruang. Pengembangannya menggabungkan bidang kimia, teknik industri, akuntansi, dan teknologi pangan dengan pendekatan ekonomi sirkular, pemanfaatan sumber daya lokal, pengendalian mutu internal, edukasi penggunaan, dan pengembangan usaha yang terukur.
- TIM PKM-K GENARI UNDIP
- Mahasiswa Universitas Diponegoro
- Setuju








